Setiap memasuki bulan Desember perasaan sinta seperti diselimuti kabut,ada banyak peristiwa yang pernah terjadi disetiap penghujung tahun masehi ini,3 tahun yang lalu saat dia kehilangan orang yang paling disayanginya ibunda tercinta menutup mata diusia 68 tahun,desember 2 tahun silam dia juga harus merelakan kekasihnya herman yang lebih memilih gadis lain untuk dijadikan istrinya,lagi2 desember tahun ini disaat dia baru merasakan jatuh cinta lagi diapun harus segera mengubur dalam2 perasaan cintanya karena cintanya telah jatuh pada orang yang salah,orang yang bulan Desember ini juga akan melangsungkan pernikahannya,semua terasa begitu menyakitkan....tapi sinta selalu berusaha untuk tegar,semua dianggapnya adalah ujian yang merupakan bagian dari perjalanan kehidupan,disaat dia merasa terpuruk sedapat mungkin dia ambil energi positif dengan selalu meyakinkan hatinya untuk berprasangka baik atas semua peristiwa yang menimpanya.Desember kelabu hanyalah judul sebuah lagu hasil karangan manusia,aku harus membebaskan diri dari sugesti itu,karena semua yang terjadi didunia ini adalah atas kehendak dan izin Yang Maha Kuasa....hhhhh....sinta menarik nafas dalam2 dan mengeluarkannya perlahan lahan,seiring hujan yang sedari siang tadi turun,sinta berharap semua kegelisahan dan kabut yang menyelimuti hati dan perasaannya akan segera sirna.Dia coba untuk memejamkan mata dan berharap besok pagi saat dia terbangun hujan akan berhenti dan kabut yang menyelimuti perasaannya akan terhapus oleh hangatnya sinar mentari,dan kicauan burung2 akan mengusir sepi hati"aku harus mampu melewati jalan kehidupan yang saat ini ada dihadapanku,tidak dengan keluh kesah,ataupun ratap kesedihan,aku percaya diujung kemarau akan datang tetes hujan yang akan memberikan kesejukan,dan disaat itupun aku bisa melihat indahnya warna warni pelangi...biarkanlah hujan turun tapi jangan biarkan membawa kesedihan jadikan sebagai penghapus kepedihan dan melepaskan dahaga hati..."
Sinta tidak tahu jam berapa semalam dia tertidur,tapi subuh ini saat dia terbangun hujan telah berhenti..."Alhamdulillah aku masih bertemu lagi dengan pagi...aku masih punya harapan dan juga ada kesempatan..."Setelah sholat subuh,sinta melangkahkan kaki menyusuri jalan yang masih sepi hanya sesekali berpapasan dengan pedagang yang mau kepasar,udara yang dingin dan hembusan angin yang terasa cukup kencang membuat sinta merapatkan jaketnya,tak terasa akhirnya sinta sampai ditaman kota.Lagi2 masih terlihat sepi tidak ada satu orangpun yang terlihat,warung kopi Ko Lip yang persis berada didepan tamanpun tampaknya belum buka,sinta menggerakkan tubuhnya mencoba melemaskan otot2nya yang terasa kaku...yaah..sudah lama sinta tidak berolahraga,bahkan sekedar joggingpun tidak sempat dia lakukan..."lumayan capek tapi segar rasanya...harusnya aku lakukan ini dari dulu...hmmm....hhhh..."sinta mengambil nafas dalam2 dan menghembuskannya perlahan lahan ada perasaan lega dalam hatinya."hari masih pagi sambil menunggu warung kopi koh Lip buka mendingan aku duduk2 dulu dikursi taman"sinta melayangkan pandangannya...Pikirannya melayang"Desember kelabu...hhh...aku benci lagu itu...lagu lama tapi masih terdengar dan banyak disuka orang..21 desember ini genap 3 thn ibunda berpulang..aku jadi rindu pada almh ibunda,tak terasa tetes airmata telah membasahi pipinya..ada butir2 penyesalan disitu...mengapa aku begitu egois hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan ibunda yang ingin melihatnya menikah sebelum beliau dipanggil yang Kuasa,pada saat itu sinta masih berada dikota Bandung dan belum memikirkan pernikahan meskipun dia punya herman sebagai kekasihnya,selain masih belum yakin sinta juga masih asyik dengan pekerjaannya dan baru berencana tahun depan merancang pernikahan.tapi siapa yang bisa menentang takdir..waktu buat ibunda telah sampai pada janjiNya tanpa sempat melihat sinta naik ke pelaminan,dan sinta hanya bisa meratapi penyesalan,sangat sederhana permintaan bunda tapi sinta tidak bisa mewujudkannya. dan lebih tragisnya lagi rencana itupun harus kandas setahun kemudian setelah herman memutuskannya tanpa sebab."menangislah...tumpahkan semua airmata penyesalanmu,kekesalanmu,sakit hatimu aku punya saputangan untuk menghapusnya dan jika sudah kering tak tersisa lagi..aku ada disampingmu untuk kau bersandar melepas lelah batinmu.."suara laki2 yang tiba2 itu mengagetkan sinta,bagaimana tidak itu suara laki2 yang sangat dikenalnya..."Herman...apa yang kau lakukan disini,kapan kau datang...??"sinta benar2 kaget melihat kehadiran mantan kekasihnya."hei...kau tidak berubah selalu tidak sabar..kau gak perlu tahu untuk apa aku hadir dihadapanmu dan kapan aku datang...aku hanya kangen sama kamu,aku gak tega lihat kamu masih saja membenci Desember...Bulan desember tidak pernah salah dia selalu setia datang dipenghujung tahun tidak perduli meski selalu diikuti derasnya turun hujan dan hembusan angin kencang...kayak bait lagu yaa.."herman tersenyum mencoba bercanda.Sinta masih belum yakin dengan penglihatannya,ditatapnya lekat2 wajah herman,tidak ada yang berubah hanya nampak sedikit pucat,mungkin karena masih terlalu pagi sinar matahari belum terlalu nampak jadi terlihat samar2 atau mungkin herman memang sedang capek habis menempuh perjalanan panjang karena setahu sinta setelah menikah herman dimutasi ke Kalimantan tepatnya kota Balikpapan dengan jabatan yang lebih tinggi."sinta...aku datang mau minta maaf..aku gak ingin aku menjadi beban pikiranmu,dan membuatmu jadi ragu akan sebuah pernikahan..apa yang telah terjadi dengan hubungan kita kemaren itu adalah takdir yang memang harus kita jalani,tidak ada yang menginginkan berakhir seperti itu,akupun sakit menjalaninya...Ratih gadis yang aku nikahi masih ada hubungan family denganku meskipun sudah agak jauh,ibu yang memintaku menikahinya karena selama ini keluarganya telah banyak membantu keluarga kami terlebih dalam biaya yang tidak sedikit atas penyakit gagal ginjal ibuku bertahun tahun.."herman menjelaskannya dengan terbata bata dan mata berkaca kaca."aku berusaha ikhlas demi memenuhi keinginan ibu,aku gak ingin beliau kecewa yang berakibat semakin memburukkan keadaannya...dan kau tahu sinta...aku bersyukur telah mengambil keputusan itu meskipun aku harus mengorbankan perasaan dan melukai hatimu sekaligus menhancurkan harapan kita..kau tahu kenapa 3 bulan berselang akhirnya ibuku menyerah melawan penyakitnya dan menghembuskan nafas terakhir dipelukanku dan beliau tersenyum damai..."Airmata sinta kian deras mengalir..dia telah salah sangka pada herman"kenapa kau baru sekarang menjelaskannya padaku...kau menghilang begitu saja dan menikah dengan gadis lain tanpa ada penjelasan dan aku dengan segala prasangkaku"suara sinta tertahan menahan haru bukan lagi rasa sakit."sekali lagi aku minta maaf..saat itu aku gak sanggup melihat airmatamu,dan baru sekarang aku mampu mengatakannya karena ini memang sudah saatnya.."suara herman terdengar aneh...Ada kesedihan yang medalam dan anginpun tiba2 berhembus kencang menggigilkan tubuh menembus hati dan perasaan."aku berharap kau mau mengerti...dan satu lagi aku minta padamu buang jauh2 penyesalanmu atas kepergian ibundamu...ikhlaskan..beliau pergi memang sudah waktunya,kau adalah kebanggaannya,meskipun setelah kau dewasa kalian jarang bertemu dan kau sering lupa mengatakan rasa sayang dan cintamu secara lisan tetapi beliau dapat merasakan betapa kau sangat menyayanginya mencintainya melalui doa2mu...dan saat terakhir kepergiannya beliau mendengar doamu meskipun saat itu kau berada jauh..itulah kekuatan cinta seorang ibu terhadap anaknya tidak terbatas begitu juga cinta anak kepada orangtuanya tidak terbatas ruang dan waktu doamu akan sampai kepada beliau...jadi tidak ada alasan kau menyesali kepergiannya,beliau tidak pernah kecewa dan sakit hati dengan keputusanmu yang menunda pernikahanmu"herman menjelaskannya seperti pernah bertemu dengan bunda."aku menyesal aku belum sempat meminta maaf...''tangis sinta meledak...rasa penyesalan ini telah pecah dan kepingan2nya melukai perasaannya."sinta...sebelum kau minta maaf beliau telah memaafkanmu...hati seorang ibu punya maaf yang tak terhitung banyaknya,kau harus percaya itu...."herman berupaya meyakinkan sinta."kau mungkin belum sadar ada laki2 yang baik dan pantas mendapatkanmu dan sangat mengharapkanmu...bukan dia yang baru saja kau kenal kemaren juga bukan aku,tapi dia yang telah lama mengenalmu dan juga dekat denganmu...tapi kau tidak menyadarinya..sinta..kaupun pantas mendapatkannya..kau buka hatimu lebar2 kau akan tahu....kau meyia nyiakan kebaikannya.."herman seperti memberikan teka teki kepada sinta,tapi sinta tidak perduli itu yang sekarang mengusik keingintahuan sinta mengapa seolah olah herman seperti pernah bertemu bunda yang sudah meninggal 3 tahun silam,apa herman pernah bermimpi bertemu bunda..? atau...."sinta hari mulai siang dan terang aku pamit dulu,karena aku harus pulang dan pergi jauh...sekali lagi aku minta maaf atas apa yang telah terjadi diantara kita yang telah membuat kau terluka...percayalah aku masih cinta dan sayang kamu..."herman meraih tangan sinta dan menggenggam jemari sinta dengan erat..terasa dingin...angin bulan desember memang dingin menusuk.Belum sempat sinta mengucapkan kata maaf dan kata perpisahan,herman telah melangkah pergi menjauh tak terlihat lagi...sinta baru merasakan keanehan...seketika itu juga bulu kuduknya merinding,entah karena memang cuaca yang mendadak mendung atau ada keanehan yang tiba2 menyergap perasaannya."oh... ternyata hari mulai siang di waurng kopi Ko Lip terlihat ramai,sinta buru2 pulang perasaannya tidak nyaman seperti ada sesuatu...Sesampai dirumah dani adiknya langsung memberondongnya dengan pertanyaan.."kak dari mana aja sih...dari subuh udah pergi...tuuh..ditanyain ama buk yuli...pesanannya udah ada belum...oh ya..kak.. dari tadi ponsel kakak bunyi terus tuuh..."sinta merasa tidak perlu menjawab pertanyaan dani,dia buru2 mengambil ponselnya perasaannya benar2 tidak karuan.Diseberang sana suara temannya Carla terdengar kesal,carla adalah sahabat sinta waktu di Bandung sekaligus juga sahabat herman "aduuh... sinta kemana aja kamu,aku telpon berkali kali kok gak diangkat..ada berita penting untuk kau ketahui...."detak jantung sinta semakin tidak beraturan firasatnya mengatakan carla ingin mengabarkan berita yang buruk"sinta...tadi malam dini hari ada berita duka,herman mendapat kecelakaan saat dia baru pulang dari pekerjaannya dilepas pantai..dia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma,dan subuh tadi tak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya...herman telah pergi..."seketika itu juga langit2 rumah serasa runtuh dan menghantam kepala,sinta merasa sangat pusing dan sekujur tubuh terasa lemas dan tak mampu lagi berdiri..ponsel digenggamannya terjatuh brsamaan dengan dirinya yang jatuh pingsan,gelap,gelap dan hanya ada kegelapan.
Saat tersadar kakaknya,adiknya telah berkumpul...."sinta...ikhlaskan kepergian herman dan maafkan kesalahannya....tidak ada yang tahu dan menduga apa yang akan terjadi semua terjadi atas kehendakNya kita doakan saja semoga alm mendapat tempat yang layak disisiNya..."kakak tertuanya kak yanti mencoba menenangkan sinta."makasih kak...percayalah aku baik2 saja..yaah...kita doakan saja...."sinta hanya bisa mengatakan itu,dia tidak ingin menceritakan kalau tadi subuh dia sempat bertemu dan berbicara dengan herman,meskipun terlihat seperti mimpi,didalam keadaan komanya jiwa herman mendatangi sinta untuk meminta maaf...."Herman..kau laki2 yang baik,aku minta maaf telah berprasangka buruk padamu...cintamu dan kenangan tentangmu tetap akan aku simpan....selamanya...."
(....kini aku tahu cinta juga perlu diucapkan..meskipun cinta adalah perasaan...Teriring doa buat ibunda ...)
desember 2012..sintapun lagi2 harus menata hatinya yg hancur karena wildan laki2 yg menjanjikan akan menikahinya menghindar kehilangan rasa dgn alasan yg justru membuat sinta teramat sakit....pujian setinggi gunung berbalik membuat sinta seperti tdk punya arti...kepercayaan,kejujuran seperti raib tanpa sebab..wildan msh terbelenggu dgn wanita masalalunya..dan sinta hny lah sebuah bayang2 yg menghilang disaat masalalu itu hadir dihadapannya...sintapun terlupakan wildan sibuk dgn masalalunya dan tdk ingin disalahkan dgn mengatakan sinta yg terlalu egois...desemberpun lagi2 menumpahkan airmata kesedihan...terkubur sudah impiannya.. bersama derasnya air hujan dan kencangnya tiupan angin...kepercayaan dan kejujuran adalah landasan membangun sebuah hubungan...dan itu tdk didptnya dari wildan...sinta terjatuh dan rasa sakit ini membuat sinta yakin akan ada rasa bahagia dikemudian hari...biarlah wkt yg akan menyembuhkannya.......(bogor des'12)
BalasHapusdisaat tertatih menata hati..dirimu hadir menggenggam jemari kuatkan langkah menapaki hari...berbagi cerita menyusun langkah dalam kehangatan kasih sayang...semua perhatian dan pedulimu mampu membuat langkah ini menjadi lebih bearti,kau hadirkan kesejukan telaga disaat aku lelah kehilangan tenaga...merajut mimpi terbang bersama rasa bahagia yg membuncah...
BalasHapusTak pernah terpikirkan kalau semua itu hny fatamorgana...yg kau tawarkan semuanya palsu maya tak teraba...kau berlalu begitu saja tanpa rasa tak bersalah...terhempas angan yg kau tawarkan,terluka hati dalam tanda tanya..kau kehilangan kata2,kau tak lg bisa menatap kau palingkan wajah...semua janji dan mimpi kelembutan kasih sayangmu menguap tak bersisa...dan disaat aku bertanya mengapa kau tak mampu menjawabnya....aku tak akan memaksa mencari jawaban bagiku telah jelas kita memang hny sebuah kisah yg berlalu kehilangan cerita....aku tutup tanpa ada akhir..beribu maafmu tidak akan mampu lagi menata keping2 impian...dan telah aku hanyutkan semua maaf bersama seluruh harapan kosongmu...tak akan aku biarkan menghambat langkahku....kalaupun ada air mata itu hny sebagai penghapus namamu dlm hatiku...hidupku aku yg punya bukan kehendakmu dia atau mereka...aku akan terus berjalan memenuhi janji menuju akhir waktu..aku pemilik sang Pencipta......(bdg nop 2013)
akan aku buat desember menjadi harapan baru.....new hope new spirit...