Selasa, 20 Desember 2011

Desember Yang Kelabu...

Setiap memasuki bulan Desember perasaan sinta seperti diselimuti kabut,ada banyak peristiwa yang pernah terjadi disetiap penghujung tahun masehi ini,3 tahun yang lalu saat dia kehilangan orang yang paling disayanginya ibunda tercinta menutup mata diusia 68 tahun,desember 2 tahun silam dia juga harus merelakan kekasihnya herman yang lebih memilih gadis lain untuk dijadikan istrinya,lagi2 desember tahun ini disaat dia baru merasakan jatuh cinta lagi diapun harus segera mengubur dalam2 perasaan cintanya karena cintanya telah jatuh pada orang yang salah,orang yang bulan Desember ini juga akan melangsungkan pernikahannya,semua terasa begitu menyakitkan....tapi sinta selalu berusaha untuk tegar,semua dianggapnya adalah ujian yang merupakan bagian dari perjalanan kehidupan,disaat dia merasa terpuruk sedapat mungkin dia ambil energi positif dengan selalu meyakinkan hatinya untuk berprasangka baik atas semua peristiwa yang menimpanya.Desember kelabu hanyalah judul sebuah lagu hasil karangan manusia,aku harus membebaskan diri dari sugesti itu,karena semua yang terjadi didunia ini adalah atas kehendak dan izin Yang Maha Kuasa....hhhhh....sinta menarik nafas dalam2 dan mengeluarkannya perlahan lahan,seiring hujan yang sedari siang tadi turun,sinta berharap semua kegelisahan dan kabut yang menyelimuti hati dan perasaannya akan segera sirna.Dia coba untuk memejamkan mata dan berharap besok pagi saat dia terbangun hujan akan berhenti dan kabut yang menyelimuti perasaannya akan terhapus oleh hangatnya sinar mentari,dan kicauan burung2 akan mengusir sepi hati"aku harus mampu melewati jalan kehidupan yang saat ini ada dihadapanku,tidak dengan keluh kesah,ataupun ratap kesedihan,aku percaya diujung kemarau akan datang tetes hujan yang akan memberikan kesejukan,dan disaat itupun aku bisa melihat indahnya warna warni pelangi...biarkanlah hujan turun tapi jangan biarkan membawa kesedihan jadikan sebagai penghapus kepedihan dan melepaskan dahaga hati..."
Sinta tidak tahu jam berapa semalam dia tertidur,tapi subuh ini saat dia terbangun hujan telah berhenti..."Alhamdulillah aku masih bertemu lagi dengan pagi...aku masih punya harapan dan juga ada kesempatan..."Setelah sholat subuh,sinta melangkahkan kaki menyusuri jalan yang masih sepi hanya sesekali berpapasan dengan pedagang yang mau kepasar,udara yang dingin dan hembusan angin yang terasa cukup kencang membuat sinta merapatkan jaketnya,tak terasa akhirnya sinta sampai ditaman kota.Lagi2 masih terlihat sepi tidak ada satu orangpun yang terlihat,warung kopi Ko Lip yang persis berada didepan tamanpun tampaknya belum buka,sinta menggerakkan tubuhnya mencoba melemaskan otot2nya yang terasa kaku...yaah..sudah lama sinta tidak berolahraga,bahkan sekedar joggingpun tidak sempat dia lakukan..."lumayan capek tapi segar rasanya...harusnya aku lakukan ini dari dulu...hmmm....hhhh..."sinta mengambil nafas dalam2 dan menghembuskannya perlahan lahan ada perasaan lega dalam hatinya."hari masih pagi sambil menunggu warung kopi koh Lip buka mendingan aku duduk2 dulu dikursi taman"sinta melayangkan pandangannya...Pikirannya melayang"Desember kelabu...hhh...aku benci lagu itu...lagu lama tapi masih terdengar dan banyak disuka orang..21 desember ini genap 3 thn ibunda berpulang..aku jadi rindu pada almh ibunda,tak terasa tetes airmata telah membasahi pipinya..ada butir2 penyesalan disitu...mengapa aku begitu egois hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan ibunda yang ingin melihatnya menikah sebelum beliau dipanggil yang Kuasa,pada saat itu sinta masih berada dikota Bandung dan belum memikirkan pernikahan meskipun dia punya herman sebagai kekasihnya,selain masih belum yakin sinta juga masih asyik dengan pekerjaannya dan baru berencana tahun depan merancang pernikahan.tapi siapa yang bisa menentang takdir..waktu buat ibunda telah sampai pada janjiNya tanpa sempat melihat sinta naik ke pelaminan,dan sinta hanya bisa meratapi penyesalan,sangat sederhana permintaan bunda tapi sinta tidak bisa mewujudkannya. dan lebih tragisnya lagi rencana  itupun harus kandas setahun kemudian setelah herman memutuskannya tanpa sebab."menangislah...tumpahkan semua airmata penyesalanmu,kekesalanmu,sakit hatimu aku punya saputangan untuk menghapusnya dan jika sudah kering tak tersisa lagi..aku ada disampingmu untuk kau bersandar melepas lelah batinmu.."suara laki2 yang tiba2 itu mengagetkan sinta,bagaimana tidak itu suara laki2 yang sangat dikenalnya..."Herman...apa yang kau lakukan disini,kapan kau datang...??"sinta benar2 kaget melihat kehadiran mantan kekasihnya."hei...kau tidak berubah selalu tidak sabar..kau gak perlu tahu untuk apa aku hadir dihadapanmu dan kapan aku datang...aku hanya kangen sama kamu,aku gak tega lihat kamu masih saja membenci Desember...Bulan desember tidak pernah salah dia selalu setia datang dipenghujung tahun tidak perduli meski selalu diikuti derasnya turun hujan dan hembusan angin kencang...kayak bait lagu yaa.."herman tersenyum mencoba bercanda.Sinta masih belum yakin dengan penglihatannya,ditatapnya lekat2 wajah herman,tidak ada yang berubah hanya nampak sedikit pucat,mungkin karena masih terlalu pagi sinar matahari belum terlalu nampak jadi terlihat samar2 atau mungkin herman memang sedang capek habis menempuh perjalanan panjang karena setahu sinta setelah menikah herman dimutasi  ke Kalimantan tepatnya kota Balikpapan dengan jabatan yang lebih tinggi."sinta...aku datang mau minta maaf..aku gak ingin aku menjadi beban pikiranmu,dan membuatmu jadi ragu akan sebuah pernikahan..apa yang telah terjadi dengan hubungan kita kemaren itu adalah takdir yang memang harus kita jalani,tidak ada yang menginginkan berakhir seperti itu,akupun sakit menjalaninya...Ratih gadis yang aku nikahi masih ada hubungan family denganku meskipun sudah agak jauh,ibu yang memintaku menikahinya karena selama ini keluarganya telah banyak membantu keluarga kami terlebih dalam biaya yang tidak sedikit atas penyakit gagal ginjal ibuku bertahun tahun.."herman menjelaskannya dengan terbata bata dan mata berkaca kaca."aku berusaha ikhlas demi memenuhi keinginan ibu,aku gak ingin beliau kecewa yang berakibat semakin memburukkan keadaannya...dan kau tahu sinta...aku bersyukur telah mengambil keputusan itu meskipun aku harus mengorbankan perasaan dan melukai hatimu sekaligus menhancurkan harapan kita..kau tahu kenapa 3 bulan berselang akhirnya ibuku menyerah melawan penyakitnya dan menghembuskan nafas terakhir dipelukanku dan beliau tersenyum damai..."Airmata sinta kian deras mengalir..dia telah salah sangka pada herman"kenapa kau baru sekarang menjelaskannya padaku...kau menghilang begitu saja dan menikah dengan gadis lain tanpa ada penjelasan dan aku dengan segala prasangkaku"suara sinta tertahan menahan haru bukan lagi  rasa sakit."sekali lagi aku minta maaf..saat itu aku gak sanggup melihat airmatamu,dan baru sekarang aku mampu mengatakannya karena ini memang sudah saatnya.."suara herman terdengar aneh...Ada kesedihan yang medalam dan anginpun tiba2 berhembus kencang menggigilkan tubuh menembus hati dan perasaan."aku berharap kau mau mengerti...dan satu lagi aku minta padamu buang jauh2 penyesalanmu atas kepergian ibundamu...ikhlaskan..beliau pergi memang sudah waktunya,kau adalah kebanggaannya,meskipun setelah kau dewasa kalian  jarang bertemu dan kau sering lupa mengatakan rasa sayang dan cintamu secara lisan tetapi beliau dapat merasakan betapa kau sangat  menyayanginya mencintainya melalui doa2mu...dan saat terakhir kepergiannya beliau mendengar doamu meskipun saat itu kau berada jauh..itulah kekuatan cinta seorang ibu terhadap anaknya tidak terbatas begitu juga cinta anak kepada orangtuanya tidak terbatas ruang dan waktu doamu akan sampai kepada beliau...jadi tidak ada alasan kau menyesali kepergiannya,beliau tidak pernah kecewa dan sakit hati dengan  keputusanmu yang menunda pernikahanmu"herman menjelaskannya seperti pernah bertemu dengan bunda."aku menyesal aku belum sempat meminta maaf...''tangis sinta meledak...rasa penyesalan ini telah pecah dan kepingan2nya melukai perasaannya."sinta...sebelum kau minta maaf beliau telah memaafkanmu...hati seorang ibu punya maaf yang tak terhitung banyaknya,kau harus percaya itu...."herman berupaya meyakinkan sinta."kau mungkin belum sadar ada laki2 yang baik dan pantas mendapatkanmu dan sangat mengharapkanmu...bukan dia yang baru saja kau kenal kemaren juga bukan aku,tapi dia yang telah lama mengenalmu dan juga dekat denganmu...tapi kau tidak menyadarinya..sinta..kaupun pantas mendapatkannya..kau buka hatimu lebar2 kau akan tahu....kau meyia nyiakan kebaikannya.."herman seperti memberikan teka teki kepada sinta,tapi sinta tidak perduli itu yang sekarang mengusik keingintahuan sinta mengapa seolah olah herman seperti pernah bertemu bunda yang sudah meninggal 3 tahun silam,apa herman pernah bermimpi bertemu bunda..? atau...."sinta hari mulai siang dan terang aku pamit dulu,karena aku harus pulang dan pergi jauh...sekali lagi aku minta maaf atas apa yang telah terjadi diantara kita yang telah membuat kau terluka...percayalah aku masih cinta dan sayang kamu..."herman meraih tangan sinta dan menggenggam jemari sinta dengan erat..terasa dingin...angin bulan desember memang dingin menusuk.Belum sempat sinta mengucapkan kata maaf dan kata perpisahan,herman telah melangkah pergi menjauh tak terlihat lagi...sinta baru merasakan keanehan...seketika itu juga bulu kuduknya merinding,entah karena memang cuaca yang mendadak mendung atau ada keanehan yang tiba2 menyergap perasaannya."oh... ternyata hari mulai siang di waurng kopi Ko Lip terlihat ramai,sinta buru2 pulang perasaannya tidak nyaman seperti ada sesuatu...Sesampai dirumah dani adiknya langsung memberondongnya dengan pertanyaan.."kak dari mana aja sih...dari subuh udah pergi...tuuh..ditanyain ama buk yuli...pesanannya udah ada belum...oh ya..kak.. dari tadi ponsel kakak bunyi terus tuuh..."sinta merasa tidak perlu menjawab pertanyaan dani,dia buru2 mengambil ponselnya perasaannya benar2 tidak karuan.Diseberang sana suara temannya Carla terdengar kesal,carla adalah sahabat sinta waktu di Bandung sekaligus juga sahabat herman "aduuh... sinta kemana aja kamu,aku telpon berkali kali kok gak diangkat..ada berita penting untuk kau ketahui...."detak jantung sinta semakin tidak beraturan firasatnya mengatakan carla ingin mengabarkan berita yang buruk"sinta...tadi malam dini hari ada berita duka,herman mendapat kecelakaan saat dia baru pulang dari pekerjaannya dilepas pantai..dia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma,dan subuh tadi tak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya...herman telah pergi..."seketika itu juga langit2 rumah serasa runtuh dan menghantam kepala,sinta merasa sangat pusing dan sekujur tubuh terasa lemas dan tak mampu lagi berdiri..ponsel digenggamannya terjatuh brsamaan dengan dirinya yang jatuh pingsan,gelap,gelap dan hanya ada kegelapan.
Saat tersadar kakaknya,adiknya telah berkumpul...."sinta...ikhlaskan kepergian herman dan maafkan kesalahannya....tidak ada yang tahu dan menduga apa yang akan terjadi semua terjadi atas kehendakNya kita doakan saja semoga alm mendapat tempat yang layak disisiNya..."kakak tertuanya kak yanti mencoba menenangkan sinta."makasih kak...percayalah aku baik2 saja..yaah...kita doakan saja...."sinta hanya bisa mengatakan itu,dia tidak ingin menceritakan kalau tadi subuh dia sempat bertemu dan berbicara dengan herman,meskipun terlihat seperti mimpi,didalam keadaan komanya jiwa herman mendatangi sinta untuk meminta maaf...."Herman..kau laki2 yang baik,aku minta maaf telah berprasangka buruk padamu...cintamu dan kenangan tentangmu tetap akan aku simpan....selamanya...."
(....kini aku tahu cinta juga perlu diucapkan..meskipun cinta adalah perasaan...Teriring doa buat ibunda ...)

Senin, 12 Desember 2011

MAIN HATI


Tidak seperti biasanya Indah terlihat gelisah,entah sudah berapa kali matanya menoleh kearah jam dinding "aah...kenapa ya hari ini berjalan lambat sekali,perasaan dari tadi jam itu gak jalan2.."yaa ampun Indah...mau seratus kali kau pelototi itu jam jalannya tetap saja sama,1 menit sama dengan 60 detik..percuma...lagian jam yang didepan itu jam datang,lebih 10 menit kalo mau lihat jam pulang tuuhh...yang nempel persis di belakang kamu yang telat 10 menit hahaha...."titin temannya menertawai Indah"iya nih dasar yang nyetel jamnya keterlaluan..klo datang lihat jam yang lebih cepat,tapi giliran jam pulang patokannya jam yang telat...yang korupsi waktu siapa ya..? hihihi...tawa Indah tertahan takut didengar pimpinannya"emang ada apa sih pengen buru2 pulang..ada janji?"enggak sih..udah mau pecah nih otak,kau tau sendiri bagaimana pusingnya aku  menghadapi konsumen yang complain,barangnya minta besok harus diganti,padahal barang baru bisa diganti kalo yang rusak direturn dulu itu juga paling cepat 1 minggu..ihh..belum lagi para salesman minta tambahan order ditambah banyak barang datang..duuh..pengen kabur aja rasanya.."wajah Indah terlihat kesal.."Indah2...nikmati aja apa yang ada dihadapanmu,telan bulat2 hahaha...."lagi2 titin tertawa..."huuzz jangan kencang2 tertawanya..ntar bos marah tuuh.."biarin..marah juga paling cuma 10 menit hihihi...biar kamu cepat bisa pulangnya.."uuh...dasar...."satu yang disuka Indah pada temannya titin,selalu bercanda...membuat suasana kerja jadi relax.Meskipun Indah terhitung masih baru kerja disitu tapi dia telah akrab dengan rekan kerjanya.
Pas sore jam 3 Indah sudah kabur"ihh mumet banget...daripada ntar dirumah aku tambah pusing sama kelakuan yuri,mending aku mampir ke rumah sinta,udah lama juga aku gak ketemu lagi semenjak mereka duduk2 ditaman kota kemarin"Sinta adalah salah satu sahabat terbaik Indah,dulu mereka sama2 menuntut ilmu dikota Bandung,tapi sinta lebih dulu pulang kampung dan sekarang dia telah punya usaha sendiri,meskipun masih kecil2an tapi sinta terlihat sangat menyenangi usahanya itu yang merupakan salah satu hobbynya.."enak..gak ada atasan,gak ada perintah2 dan aturan2,mandiri..kalo perlu kita yang buka lapangan kerja buat orang lain"sinta pernah mengemukakan pendapatnya waktu Indah bertanya kenapa dia tidak mau kerja diperusahaan yang tiap bulan punya penghasilan tetap.Melihat Sinta,Indah seperti melihat dirinya sendiri ada banyak kesamaan dalam diri mereka,yang sedikit membedakan mungkin ketertutupan Sinta tentang perasaannnya..meskipun Indah sering curhat dan sinta selalu jadi pendengar yang baik,tapi belum pernah Indah mendengar sinta curhat,menceritakan masalahnya apalagi kalo sudah menyangkut cinta atau sekedar mengungkapkan perasaan suka pada seseorang..padahal setahu Indah banyak laki2 yang suka pada sinta,karena sinta orangnya pintar,enak diajak diskusi atau ngobrol,periang bahkan boleh dibilang humoris,dan wajahnyapun lumayan cantik.
"Assalamualaikum...lagi santai nih..."...waalaikumsalam....eh..Indah..iya nih jam segini biasanya emang lagi sepi..masuk say..""hmm say..sejak kapan panggil aku say..."Sinta tersenyum mendengar Indah protes atas panggilannya"mulai hari ini...hehehe..keberatan?''hei..aku jadi ingat dengan bapak2 yang kemaren kesini,dia bilang makasih Yang..,kupikir ini orang gak sopan amat panggil aku Sayang...ehh.. taunya potongan dari kata dayang,panggilan buat perempuan..hahahaha...''Indah dan sinta tertawa bebarengan"uuh.. itu sih kamu aja yang ke GRan..hahaha..."mending GR laah..daripada aku minder..apalagi embeeer hahaha....''begitulah kalau Indah sudah ketemu sama sinta..gak pernah lepas dari gelak tawa.Tapi tiba2 wajah sinta terlihat serius"Indah...menurut kamu,aku ini orangnya gimana sih.."Indah sedikit kaget dan heran dengan pertanyaan sinta"waah....ada apa ini..gak biasanya kamu serius.."kamu pengen jawaban jujur apa bohong..yang bagus2 apa yang buruknya''Indah mencoba bercanda"yah ampun In..seorang sahabat yang baik  itu akan mengatakan yang benar bukan membenarkan perkataan...jujur aja apa adanya dalam pandangan kamu''sinta menyakinkan Indah untuk jujur menilainya''Ok..sahabatku...kamu lagi ada masalah ya.....?!!Kali ini Indah benar2 heran melihat perubahan sikap sinta,biasanya dia tidak pernah mau membicarakan perihal dirinya..''apanya yang gimana..kok aku jadi gak ngerti,setahu aku,kau baik,penyayang,sabar,humoris meskipun kadang cenderung introvert dan maaf..sedikit parno alias paranoid..."Indah berhati hati bicara takut sinta jadi tersinggung atas penilaiannya,sejenak sinta terdiam mendengar pendapat Indah"makasih In....penilaianmu feedback buat aku hehehe..,Alhamdulillah kalo kau menganggap aku baik dan mau menjadi sahabat terbaikku,untuk ketertutupanku,aku memang lebih memilih memendam perasaanku,karena aku takut akan ada penolakan bahkan aku takut jadi bahan tertawaan orang..''Indah melihat ada kejujuran dalam nada bicara sinta''kalo kau menganggap aku sahabat sejatimu kau gak perlu ragu apalagi malu untuk cerita...kalo boleh aku tau kau lagi jatuh cinta sama seseorang ya..siapa Sin...apa aku kenal orangnya?tapi kalau kau gak ingin membicarakannya,aku gak maksa...''Indah buru2 membendung keingintahuannya,jangan sampai sinta merasa terganggu"apa aku terlihat seperti lagi jatuh cinta..?"sinta balik bertanya."hhmm...aku gak tau karena kau terlalu pandai menyembunyikan perasaanmu..,tapi dari ucapanmu aku merasa kau lagi terlibat perasaan dengan seseorang...maaf..jika aku salah..''Indah memandangi wajah sinta lekat2 dan ada binar2 kebahagiaan dan juga kabut kegelisahan dimata sinta.
''apa aku terlihat seperti gampangan maksudku hal2 yang menyangkut harga diri seorang cewek''wajah sinta terlihat sedih..''Astaghfirullah...sinta...gak salah dengar nih kuping aku..?Indah kaget dengan perkataan sinta,karena setahu Indah,sinta adalah gadis baik2 bahkan agak religius dibandingkan dirinya''..hei...pertanyaanku yang tadi aja belum kau jawab kau malah menanyakan yang aneh2..siapa yang telah menuduh kamu serendah itu?Indah bertanya dengan nada marah,dia tidak terima sahabatnya telah dilecehkan orang.''tenang say...gak ada yang merendahkan atau melecehkan aku...''dia...maksud aku andi nama cowok itu tidak pernah bersikap kurang ajar..''''ooh..jadi namanya andi....kok aku gak enal sih..yang mana ya..orangnya..''timbul lagi sifat ingin tahu Indah..''kamu gak kenal karena aku kenalnya juga lewat facebook,sudah berjalan 6 bulan...gak sengaja,pertama aku tertarik karena dia berasal dari kota yang sama dengan orangtuaku..dan lebih dari 2 bulan semenjak kami berteman gak pernah ada kontak,kau tau sendiri aku paling malas buka facebook dan juga gak punya banyak waktu...''sinta memulai menceritakan awal perkenalannya.
Malam itu sinta online dan membaca status teman2nya,macam2 isinya ada yang sekedar menyapa,yang menulis kata2 puitis,yang patah hati,yang jatuh cinta yang ngomel2 juga ada,tapi yang lucu2 gak kalah banyaknya...dan dilayar komputernya ada chat dari seseorang yang bernama andi...dan hanya dalam waktu singkat,mereka telah akrab seperti telah kenal lama..mereka bertukar nomor ponsel dan berjanji untuk saling kontak.Dari perkenalan itu sinta tahu kalau andi telah bertunangan dan akan menikah di akhir tahun ini,tapi buat mereka itu tidak masalah,menjalin persahabatan tidak terbatas oleh ikatan apapun selagi masih berjalan pada tempatnya.Tiap kontak baik lewat layar komputer atau melalui telepon semakin membuat mereka akrab,sinta mulai menyukai gaya bicara andi yang blak2an,lucu tapi juga bisa diajak bertukar pikiran tentang hal2 yang serius..dan dari situ sinta mulai merasa nyaman.Entah siapa yang memulai keakraban itu mulai
berkembang kearah lain,sinta sendiri menganggap semuanya hanya keisengan belaka,bercanda sekedar buat main2,tidak dengan hati..karena mereka menyadari keadaan masing2 yang tidak memungkinkan untuk bermain hati,dan dari keisengan mereka berdua maka kata2 rindu,sayangpun bisa dengan mudahnya mereka ucapkan...dan itu sangat bertolak belakang dengan pribadi sinta selama ini,dia selalu menjaga jarak apalagi dengan orang yang baru dikenalnya....Tetapi seperti pepatah mengatakan jangan mendekati api kamu bisa terbakar nanti...seperti itulah yang kini sedang mereka alami,tanpa disadari setelah berapa kali mereka bertemu,sinta maupun andi mulai merasakan rindu yang sebenarnya,merasa kehilangan bila 2 hari saja tidak ada kabar..,mereka telah membiarkan hati masing2 ditaburi benih2 rindu yang berkembang menjadi bunga2 cinta...Dan pada saat mereka tersadar batas2 yang selama ini ada diantara mereka telah menorehkan luka bagi orang lain,tak lain tunangan andi dan juga orang yang selama ini dekat dengan sinta...
"In...aku telah memutuskan keisengan kami,dan aku minta andi tuk tidak lagi menghubungi aku,tapi sekarang aku jadi tersiksa sendiri,aku bingung...''sinta mengakhiri ceritanya.Indah hanya bisa terdiam sungguh diluar dugaan sinta punya cerita seperti itu,karena yang Indah tahu sinta orangnya gak gampang jatuh cinta,apalagi kalau dia sudah mengetahui ada batas yang akan menghalangi ''aku malu dengan diriku sendiri juga pada andi..kenapa aku harus terjebak oleh emosi sesaat,sampai pada detik ini,jujur aku..masih sayang padanya,dan yang membuat aku sedih andi jadi meragukan keputusannya tuk mengakhiri masa lajangnya...''suara sinta terdengar tertahan menahan emosinya.."aku sadar apa yang telah terjadi antara aku dan andi adalah sebuah kesalahan besar..aku butuh waktu untuk memperbaikinya...aku gak ingin jadi seorang pecundang..."Indah hanya terdiam gak bisa berkomentar,karena dia sadar...sungguh gampang berteori dan memberi nasehat pada orang lain,seperti semudah seorang komentator yang menganalisa suatu pertandingan,tapi buat yang sedang mengalami bukan perkara mudah memenage perasaan..."sinta...aku percaya..kau tahu apa yang harus kau lakukan dengan kedewasaan dan kelembutan hatimu kau mampu mengatasinya...tidak mudah karena ini menyangkut hati dan perasaan,waktu yang akan membantu kamu melupakannya..."Indah mencoba menenangkan sita dengan pandangan yang tidak menuduh atau menggurui."terus terang Ind..cukup berat,meskipun hubungan ini termasuk singkat tapi terasa dalam,aku telah bermain hati..dan ini adalah ujian bagiku dan terlebih buat andi..ini hanya sebuah godaan dan jangan sampai aku terjatuh dan menimbulkan luka dan melukai orang lain..."sinta mengakhiri curhatnya dengan mata yang berkaca kaca.."sinta.. jangan merasa bahwa kau wanita yang rendah karena jatuh cinta pada laki2 yang sudah menjadi milik orang lain,karena cinta adalah perasaan yang gak tau kapan datangnya dan itu bukanlah sebuah kesalahan,terlebih kalau kita bisa memenagenya kearah yang benar..dan merubahnya menjadi rasa persaudaraan...jadi punahkan rasa cinta itu dan arahkan kepada seseorang yang memang bisa kamu miliki..."Indah...kamu benar...buat apa mencintai kalau tidak bisa memiliki...ikhlaskan saja..inilah yang terbaik...thank ya Ind...aku sekarang merasa lega...semoga ini akan membuatku semakin matang dalam menjalani hidup.."sinta mencoba tersenyum meski masih terlihat hambar"kenangan indah masalalu hanya untuk dikenang,bukan untuk diingat ingat,aku akan berusaha melupakan cintaku yang kemarin karena kemarin adalah sejarah,esok adalah misteri...yang pasti saat ini adalah anugerah yang pantas untuk disyukuri.."
Diam diam dalam hati Indah menjerit..."yah...Tuhan...apa maksud dari semua ini,apa yang dialami sinta juga sekarang menimpa dirinya,dia bagai menasehati dirinya sendiri,hubungannya dengan aldi belakangan ini mulai semakin akrab lagi dengan sangat mudahnya mereka menjalin dan menyulam kembali keakraban itu,Indah tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia juga masih menyimpan rasa sayang pada Aldi..."aku harus bisa mengikhlaskan apa yang sudah tidak mungkin aku miliki ...jangan sampai aku dan Aldi terperangkap oleh kenangan masalalu..."tak disangka sudut mata Indah telah mengalir butiran airmata,buru2 dihapusnya jangan sampai sinta melihatnya,ini adalah rahasia hatinya...yang sedang mencoba bermain hati.....
dan haripun meranjak sore...hari esok tetaplah sebuah misteri milik Sang Pencipta,tetapi esok juga adalah harapan yang harus diraih.....Sahabat,,,Tetap Semangat...!!!
(Pilang dimalam hari ditemani suara kodok yang entah sedang bernyanyi atau sedang bersedih 15122011)