Sabtu, 21 Januari 2012

Ketika Rasa Merangkai cerita....episode satu rasa disuatu senja...

Tak terasa sekarang sudah memasuki tahun 2012...hhhh...dulu gak bisa terbayangkan bagaimana aku ditahun ini...begitu banyak mimpi,hayalan dan keinginan...tapi nyatanya sekarang aku ada disini di kota kelahiranku dan meninggalkan kota Bandung dengan segala kenangannya,apa yang telah ,sedang dan akan terjadi tak lepas dari takdir yang telah tersurat....aku mencoba tuk selalu bersyukur atas apa yang telah aku lalui apapun itu...seperti sekarang aku bisa berkumpul kembali bersama keluarga ...terutama bisa jalan bareng lagi sama kamu...hehehe.. "Indah  membuka percakapan sore itu dengan sahabatnya Sinta sambil menikmati sepiring singkong goreng diteras rumahnya."yuup..betul...hidup jika kita pandai bersyukur akan terasa nikmat dan mudah...seperti sekarang ini singkong goreng terasa nikmat sekali jika kita mau bersyukur bisa ada dihadapan kita padahal kita tahu untuk mendapatkan singkong goreng ini butuh waktu dan perjuangan hahaha..."Sinta dan Indah tertawa berbarengan"betul..betul..betul...bayangkan kalau baru mau menanam pohon singkong kita harus menunggu berapa bulan..capek deeh...kalau sekarang kita tinggal makannya tapi kita tidak bersyukur dan tidak berterima kasih sama orang yang menanam,yang menjual,yang menggorengnya,dan yang menghidangkannya dihadapan kita ini  wah..wah..keterlaluan kali yaa....hehehe..bundaaa... terima kasih singkong gorengnya.."Indah sedikit berteriak biar didengar bundanya yang lagi di dapur."hhmm....nikmatnya hidup bersama sepiring singkong goreng dan secangkir teh manis hangat...ditemani oleh hati yang penuh cinta kasih,disuatu senja yang menyemburatkan sinar kedamaian,tuk menyambut datangnya mimpi2 dan harapan diesok hari ouwhh....ssrrrrpp...."Indah menghirup teh manisnya dengan penuh perasaan"hahaha....norak...lebayy...."sinta tak kuat menahan tawanya melihat gaya Indah bak seorang model iklan teh di stasiun TV."qiqiqiqik....baru tau yaa...aku seorang model...hhhh..kalau sore2 begini aku suka ingat dengan sahabat2ku waktu aku masih tinggal di Bandung dulu....Indah memulai ceritanya."kamu pasti kenal dong..sama Diah,semenjak kau pulang duluan ke sini,teman akrabku hanya Diah,dari masih sekolah sampai kita sudah sama2 kerja gak pernah berpisah,kost ditempat yang sama,kita berpisah setelah Diah menikah dengan Deddy...banyak kenangannya..kalau kebetulan aku mampir ke rumahnya yang jadi topik pembicaraan selalu kisah kami saat masih tinggal sama2..semuanya jadi terlihat lucu meskipun kadang kenangan yang tadinya kurang menyenangkan...hhh...aku jadi kangen sama Diah...."mata Indah terlihat berkaca kaca,rasa kangen tiba2 menyergap perasaannya.Pikirannya melayang dan berputar pada kenangan beberapa tahun silam.
Waktu itu Diah dan Indah harus mencari rumah kontrakan baru karena rumah yang sekarang mereka tempati sudah tidak dikontrakkan lagi karena mau dipakai sama anaknya yang baru menikah begitu alasan pak Asep.Sebenarnya mereka sudah betah tinggal disitu,karena tetangga kiri kanan juga sama2 orang perantauan yang sangat mengerti dengan keadaan mereka yang suka kumpul2 dan menjadikan rumah mereka sebagai posko tempat nongkrong teman2nya.Ternyata tidak mudah mencari rumah kontrakkan yang sesuai dengan kondisi keuangan dan juga kebiasaan mereka yang suka kumpul2.Ada kejadian lucu dan sedikit nakal sekaligus memalukan sewaktu mereka mencari tempat tinggal,waktu itu Indah dan Diah sudah senang sekali mendapat rumah/paviliun yang masih satu pagar dengan kamar2 kost yang penghuninya semua cowok anak2 kedokteran Unpad,waaw..keren banget...waktu mereka melihat lihat kondisi paviliun dan deal harga sama bapak Yudi yang punya rumah,para penghuni kost itu terlihat sangat ramah dan mereka sempat ngobrol,wuuii..siapa yang gak akan senang bertetangga dengan cowok2 keren dan calon dokter pula begitu pikiran Diah dan Indah saat itu.Untuk jangan sampai paviliun itu jatuh ketangan orang lain mereka sudah panjar setengah dari harga dan berencana melunasinya pada saat akan ditempati 2 minggu lagi.Tetapi emang dasar bukan rejeki,pada saat mereka datang lagi mau melunasi pembayaran sewa paviliun tersebut betapa kagetnya ternyata yang jaga kontrakkan/kost tersebut seorang nenek2 yang berumur sekitar 70 tahun,yang belum apa2 sudah memberitahukan aturan2 yang salah satu poinnya mau menjaga ketenangan dan ketertiban dan hanya boleh menerima tamu sampai jam 9 malam...OMG...kiamat daah...hahahaha...mana mungkin dan mana tahan,akhirnya mereka membatalkan dengan alasan uangnya mau dipakai dulu buat pulang kampung karena ada keluarga yang sedang  sakit(kebetulan saat itu ada kabar bahwa kakak Diah lagi sakit,meskipun cuma sakit biasa saja)...dengan memasang muka sedih dan sedikit berbohong Diah dan Indah menghadap pak Yudi untuk membatalkan sewa dan memohon uang yang sudah dipanjar bisa dikembalikan lagi,dan akting mereka cukup berhasil,pak yudi mengembalikan semua uang panjar mereka...hhhh....maafkan kami pak Yudi...tidak ada jalan dan alasan lain yang pantas untuk membatalkan sewa,rasanya sangat tidak mungkin kami mau jujur akan keberatan kami atas aturan2 dan keberadaan nenek itu...benar2 gilaaa...Diah dan Indah bisa melakukan hal seperti itu berbohong dihadapan orangtua seperti pak yudi..hhh apa boleh buat....dan hari itu juga mereka mencari lagi kontrakkan yang baru,akhirnya karena batas waktu yang sempit mereka sepakat untuk menyewa sebuah rumah yang terdiri dari kamar2,belum seluruhnya selesai dibangun,baru 3 kamar yang siap huni dari 5 kamar yang akan dikostkan.Untuk menghemat biaya Indah dan diah mengambil satu kamar saja untuk ditempati berdua dan mereka sepakat mengambil kamar paling depan.Yang punya rumah kebetulan Pak RT dilingkungan situ jadi Indah dan Diah tidak perlu repot2 lagi melapor atau mengurus surat pindah.Ditempat yang baru suasananya jauh berbeda dengan tempat yang terakhir mereka tinggal,disini lingkungannya sangat teratur,tenang,jarang terdengar suara berisik,sangat asri setiap rumah banyak tanaman2 hias,rumah kost mereka berhadapan dengan rumah seorang dokter yang rumahnya selalu terlihat sepi seperti tidak ada penghuninya,hanya tukang kebun yang mengurus taman dan halaman rumah yang sering terlihat,disebelahnya lagi rumah pak RW juga terlihat sepi karena anak2nya sedang menuntut ilmu di Yogyakarta,tetangga sebelah kanan meskipun anaknya masih pada kuliah tapi mereka tidak pernah terlihat nongkrong2 sama teman2nya,dan yang disebelah kiri,rumah pak RT yang punya rumah,anaknya masih kecil umur 3tahun sama bayi 5 bulan,betul2 lingkungan yang pas buat orang yang ingin ketenangan.Untuk ukuran mereka sebenarnya agak kurang cocok  tinggal  dilingkungan seperti itu tapi apa boleh buat waktu sudah sangat sempit.
Seminggu mereka menempati rumah itu belum satupun teman2 mereka yang datang karena memang tidak ada yang tahu akan kepindahan mereka,dan mulai terasa jenuh...hiburan mereka hanya sebuah TV 14 inch dan sebuah radio kecil,terasa sepi apalagi dirumah itu masih ada 3 kamar lagi yang kosong dan terlihat gelap.
"gimana kalau kita telepon Arman dan kawan2,kasih tahu kalau kita udah pindah kesini..."Diah memecah keheningan malam saat mereka berdua nonton TV dikamar."siiip...gimana kalau besok sore..kangen juga sama mereka udah lebih 2 minggu gak ada kabarnya.."Indah langsung menyambut setuju usul Diah."ntar aku yang telepon dari tempat kerjaku....siiip.."
Malam itu sesudah magrib....dari pintu belakang muncullah Arman,Aryo dan Alvin...dengan senyum yang sumringah..Diah dan Indahpun menyambut mereka dengan hangatnya "waah...hebat..udah kaya yaah..bisa ngontrak rumah yang gede di lingkungan yang asri begini..."Arman membuka pembicaraan."huuz...kita cuma nyewa satu kamar aja...yang lain sih bukan,tapi kamar sebelah yang belum ada jendela tuh..sementara kita pakai dulu buat nyimpan barang2... lumayan..."Diah menerangkan."heeiii...siapa2 nih...bawa pasukan rupanya ya..hehehe..."Indah sedikit kaget karena ternyata dibelakang masih ada beberapa cowok lagi yang wajahnya baru Indah lihat"Oh..ya..nihh kenalin teman2 satu asrama kita ajak gabung,biar tambah ramai dan seru..!!Arman yang rupanya diangkat sebagai ketua rombongan mulai memperkenalkan teman2nya."jangan kwatir mereka udah diseleksi dan memenuhi syarat untuk bergabung hahahaha...''Alvin dan Aryo menimpali dan mempertegas omongan Arman sambil tertawa...yaah..Arman dan Aryo sudah lebih satu tahun  bersahabat dengan Diah dan Indah,sedangkan Alvin sendiri sewaktu masih di kampungpun mereka sudah kenal dan akrab."ini...Irwan,Rafli,Riki,Inan dan jay.."masuk..masuk...mari..mari..silahkan...silahkan duduk ambil posisi masing2...hihihihi.."Indah sedikit bercanda sambil mempersilahkan sahabat barunya masuk,dan ruang tamu yang tidak terlalu luas itupun jadi terlihat semakin sempit..tapi tidak dengan hati dan perasaan mereka,yang diliputi rasa kegembiraan,keceriaan,canda dan tawa semua terasa luas melebihi luasnya stadion bola dan keakraban itupun begitu mudah terjalin. "heii...buat yang baru bergabung ayoo...sini 2 orang ikut ke dapur bikin minuman,yang beli makanan kamu aja yah Ind sama Alvin dan Aryo "Diah mulai mengatur tugas...Malam itu adalah awal dari keakraban mereka,persahabatan yang didasari dari ketulusan untuk saling berbagi dan menghargai.Dan di hari2 selanjutnya ada banyak terangkai rasa dan cerita....karena kehidupan tidak lepas dari sekumpulan rasa yang akan mempengaruhi hati,jiwa dan tingkah laku...rasa suka,gembira,bahagia,rasa sedih,duka,gundah,rasa kasih,sayang,cinta,rasa sakit,benci dan amarah....Tapi di persahabatan mereka semuanya terasa manis,jalinan rasa yang erat mengalahkan segala kesedihan,rasa keakuan,tidak ada yang merasa lebih dan juga tidak ada yang merasa rendah saling menguatkan,disaat mata menangis karena sedih tangan akan menghapus air mata dan disaat tangan sakit karena luka maka mata akan menangis merasakannya.....mungkin seperti itu kedekatan persahabatan mereka.
Siang itu Diah mendapat ole2 beras ketan dari temannya yang baru pulang dari Garut,dibenaknya sudah terencana mau mengajak sahabat2nya makan ketan bersama sama dan sepulangnya dari tempat kerja Diah menjemput Indah dan mereka bersama sama mampir kepasar Sederhana muat membeli kelapa,dan juga singkong buat nanti dimakan saat kumpul2."aku tadi sudah telepon Arman cs katanya nanti sekitar jam 4 sore mereka mau datang...aku juga sudah bilang mau masak ketan dan singkong goreng.."belum selesai Diah bicara Indah sudah memotong"heeii...bukannya kita berdua gak tahu cara masak ketan..waah..bisa gagal lagi seperti bikin bubur KB(bubur biji salak) kemaren hiihiihii...."Indah jadi tertawa membayangkan waktu gagal bikin bubur yang tentu saja jadi bahan ledekan dan tertawaan mereka semua."tenaaang...aku sudah bilang,rafli yang bakal jadi juru masaknya...kau tahu kan dia pintar masak..hehehe...kita cukup duduk manis saja dan sambil menunggu mereka masak kita bisa main kartu hahaha...."Sudah jadi kebiasaan mereka kalau lagi kumpul2 suka main kartu,dilaci meja Diah selalu ada tersimpan 2 jenis kartu,kartu remi dan kartu domino bahkan Diah dan Indah kadang ikut main dan jadi pasangan yang kompak dalam permainan gaple(bhaaaa...cewek2 main gaple hahaha...) dan mereka punya kode2 tertentu yang sudah disepakati kalau lagi bermain sehingga tidak jarang mereka sering memenangkan permainan hiihihii...sssttt..ini rahasia mereka berdua.Benar saja sekitar jam 4 sore mereka datang kali ini lengkap semuanya,dan sudah bisa dipastikan suasana yang ada sangat ramai dengan gelak tawa,saling ledek,mengeluarkan cerita dan kejadian lucu yang terjadi dalam persahabatan mereka dan suasana sudah seperti dipasar saja.Semua berkumpul didekat dapur,Riki dan Inan bertengger di tangga menuju tempat jemuran baju,sedangkan Aryo gak mau kalah bertengger d jendela kamar yang belum dipasang kacanya,wawan dan Jai nongkrong di depan pintu kamar mandi,Arman,Alvin,bandi,Diah dan Indah mengelilingi taman kecil depan dapur yang hanya tumbuh satu pohon jambu biji cangkokan yang masih baru ditanam,sedangkan Rafli menjadi juru masak dan Irwan sebagai asistennya sibuk didapur menyiapkan ketan dan singkong goreng.Bukan Irwan namanya kalau dia tidak bisa membuat semua tertawa,gayanya yang kocak dengan lap dipundaknya dia menirukan bagaimana seorang asisten chef hotel ternama sedang beraksi,dan kocaknya lagi rafli yang juga dengan sebuah serbet dipundak bergaya sebagai seorang chef kondang yang lagi demo masak didepan kamera TV sambil bernyanyi apalagi kalau bukan lagu dangdut yang merupakan jenis musik favoritnya,sudah bukan rahasia lagi rafli adalah dangdut dan dangdut adalah rafli,tawapun tidak dapat ditahan lagi,Alvin dan Aryo ikut meramaikan suasana dengan bergaya sebagai seorang crew TV yang lagi meliput acara dan...suasanapun sudah tidak terkendali lagi.Diah sampai berlari ke kamar mandi hampir pipis dicelana tidak tahan lagi tertawa melihat kekonyolan teman2nya."buat ibu Diah dan Ibu Indah begini caranya mengolah beras ketan sehingga menjadi makanan yang enak dan menarik,jangan sampai terjadi lagi kegagalan seperti bubur KB kemarin yaa..."huahahahaha...semua pada tertawa terbahak bahak melihat gaya Irwan dan rafli memperagakan cara memasak ketan dan suasanapun sudah tidak terkendali,tidak ingat waktu dan tempat.Tiba tiba saja ada teriakan yang keras berasal dari samping rumah....."woooiiiii....berisiiiikkk...jangan ribut...disini ada bayi...sudah magrib...ini bukan di hutaaaannnnn....."rrrppp...seketika mereka berhenti tertawa..Inan dan riki yang lagi bertengger ditangga langsung loncat..rafli dan irwan buru2 membereskan makanan yang sudah jadi dan membawanya kedalam rumah yang lainnya Alvin,arman,wawan,jai,bandi seperti sepakat sontak berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,sambil saling pandang2an dan senyum2 menahan tawa,sebisanya mereka bicara sambil berbisik''wooiii jangan berisik ini bukan dihutan....qiqiqiqik....Irwan masih juga melucu.Tidak sampai 10 menit mereka sudah siap berbaris membentuk shaf mau melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan imamnya Rafli yang memang punya basic agama yang bagus.Entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang baru saja dimarahin sama yang punya rumah sekaligus pak RT tapi yang terlihat saat itu mereka begitu khusuk sholatnya,dan tanpa komando lagi Diah mengeluarkan 2 buah Alqur'an dan terdengarlah alunan bacaan surat Al-baqarah dari mulut mereka dipimpin oleh Rafli,terdengar begitu merdu dan indah seperti anak pondok pesantren yang lagi mengaji sangat berbalik dengan keadaan mereka tadi sebelumnya,selesai mengaji mereka makan ketan dan singkong goreng sama2 dan mencoba untuk sedikit tertib,tetapi keadaan tetap saja kembali seperti semula mulai ramai lagi meski tidak seheboh yang tadi sore,dan bicaranyapun dengan berbisik bisik tapi justru terlihat semakin konyol,sssttt...ini bukan dihutan yaaa....Diah sampai sakit perut menahan ketawa...hhhh....Malam terus berlanjut keakraban semakin terasa mengikat.....dan...satu kenangan telah tergores dengan warna indah membentuk lukisan suatu perjalanan diatas kanvas persahabatan.....Indah mengakhiri ceritanya masih dengan senyum dan mata sedikit berkaca kaca,Indah rindu dengan sahabat2nya itu....senja kini mulai pergi,dan malam sebentar lagi menghampiri...begitulah semua berjalan pada garis takdirNya.. (bersambung......)
Catatan ini aku buat dari potongan2 mozaik yang tercecer di jalan Sukajadi gg asli Bandung...kilasan bayangan yang tertangkap dan aku tuangkan dalam bentuk tulisan,kalaupun ada kenangan yang tertangkap disana jadikanlah itu sebagai kenangan yang terindah antara aku,kamu,dia dan mereka.....Sahabat..dimanapun kini kalian berada...percayalah kalian adalah perhiasan berharga yang aku punya...miss u.....21012012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar