Aku tidak tahu harus memulai darimana,begitu banyak yang ingin aku tulis...tetapi aku seperti kehabisan kata2,itu karena aku bukanlah seorang penulis,novelis,cerpenis atau apalah namanya aku tidak paham sama sekali,aku tidak punya bakat kesitu,kalaupun 6 bulan belakangan ini aku suka berbagi cerita lewat tulisan itu hanyalah caraku mengisi malam2 dimana aku tidak tahu apa yang meski aku perbuat,menonton acara televisi sungguh membosankan karena hampir semuanya menayangkan sinetron,kalaupun ada acara yang bagus aku suka bingung karena lebih banyak dan lama iklannya dibandingkan dengan acara sesungguhnya...yang akhirnya membuat aku tertidur kelamaan menunggu dan keadaan jadi berbalik bukan aku yang nonton acara TV tapi TV yang menonton aku tidur...hhh.....
Hari Jumat kemarin...malamnya aku sempat membuka FB,tetapi tidak sampai 10 menit aku mulai merasa bosan,aku sempat melirik acara televisi tetapi sepertinya tidak menarik,kulihat jam baru menunjukkan pukul 20.30...akhirnya aku buka google mencari resep2 masakan,lumayan sambil menunggu mata mengantuk dapat ilmu...dan akhirnya kantukku datang juga,aku sudah menguap berkali kali...tetapi entah darimana datangnya pikiran itu aku tiba2 saja teringat dengan seseorang yang sudah lama tidak pernah bertemu...setelah aku selesai menutup halaman resep masakan,aku ketik namanya dan dengan penuh harapan aku enter...hmm...google memang pintar dalam hitungan detik telah muncul sederetan nama...ahh....ternyata sangat gampang...meskipun begitu banyak nama sama yang muncul tetapi aku yakin nama yang berada diurutan pertama halaman itulah dia orang yang aku cari..aku sempat terdiam sejenak...aku buka halaman yang bertuliskan Prof.DR.Rahmat suherman M.Ed,aku takjub ada rasa bangga melihat gelar yang berderet mengapit namanya dan jabatan yang sekarang dipegangnya,dan rasa takjub ini dikarenakan aku sendiri sekarang bukanlah siapa2 dan tidak ada satupun prestasi yang membanggakan yang telah aku perbuat...hhhh...ternyata dia telah menjadi orang hebat Direktori Guru Besar disebuah universitas ternama.Dengan rasa penasaran aku buka lagi profilnya,disitu tertulis tempat dan tanggal lahir,alamat rumah dan nomor telepon,dan tanpa berpikir lagi saking senangnya bisa menemukan teman lama aku langsung mengambil ponselku dan menulis sms menanyakan kabarnya..begitu sudah ada tulisan berita telah terkirim baru aku menyadari kelancanganku...wadouh...gawat,aku mengutuk diriku sendiri apa mungkin dia masih mengenalku setelah hampir 20 tahun tidak pernah ada kontak,semalaman aku memikirkan kebodohanku itu dan berharap semoga dia tidak melihat sms yang aku kirim yang sangat tidak bearti dan sangat norak itu dibandingkan sms2 lain yang masuk di ponselnya...yaa Tuhan...tolong hambaMu ini jangan permalukan aku...Sabtu pagi penyesalan itu akhirnya tertutupi oleh kesibukanku,aku tidak sempat memikirkannya...Sekitar jam 10 saat aku ingin menelpon kakakku,terlihat ada pesan yang masuk,aku sempat terkejut karena pesan itu datangnya dari dia,ternyata smsku dibaca dan dibalasnya....aku tidak percaya kalau dia masih mengenalku dan menanyakan keberadaanku sekarang...terus terang saja ini berita yang sangat menggembirakan,aku balas smsnya dengan kata2 yang sangat akrab seakan akan dia 20 tahun yang lalu...dan lagi2 aku terlambat menyadari bahwa dia sekarang bukan dia yang dulu,bagaimana mungkin dia dengan jabatannya sekarang,jarak berpisah yang begitu lama dan disaat berpisah dulu dalam situasi yang tidak begitu baik akan bisa berakrab akrab denganku...yaah...Tuhan..mengapa aku bisa sebodoh itu..???
Kenangan2 itu kini melintas...terlihat sangat jelas satu2 seperti diputar ulang.
Aku mengenalnya hanya selama 1 tahun,tetapi dalam jangka waktu singkat itu ada keakraban yang sempat membuat aku bahagia.Dia orangnya sangat sederhana,pintar,suka menulis,banyak artikel dan puisi2nya yang dimuat disurat kabar dan majalah,aku yang tadinya tidak begitu memperhatikan tetapi setelah beberapa kali kami bertukar pikiran aku menemukan rasa nyaman saat bersamanya,kesederhanaan,rendah hati dan kepintarannya adalah nilai tambah yang membuat aku kagum padanya.Kami tinggal satu kost...pada saat aku lagi menempuh tahun terakhir di sekolah farmasi,dia tahun pertama kuliah..tidak ada yang istimewa pada bulan2 pertama kami bertemu,aku bahkan sering lupa akan keberadaannya justru teman sekamarnya yang sering bercanda dan menggodaku,pernah aku dikunci berdua dikamar semalaman dan aku hampir semaput ketakutan dibuatnya dan aku memanggilnya kang Trisna hhh....kalau ingat itu aku tersenyum sendiri..yah...kang trisna dia yang sering ngajak aku main kerumah pacarnya,tetapi dia juga yang paling sering menggodaku...aahh...aku jadi rindu sama mereka yang dulu sama2 kost,entah dimana kini mereka berada apakah mereka juga masih ingat dan rindu seperti yang aku rasakan sekarang ini..??entahlah....kini kenangan itu semakin jelas dalam ingatanku...Dikost'an itu aku berdua dengan temanku yang masih berstatus pelajar selebihnya mahasiswa/i..dan kami berdua pula yang paling sering bikin keributan dirumah itu,kamar kami jadi markas berkumpulnya teman2 sekolah,bahkan sampai ada teman yang hampir tiap hari nginap dikamar kami...aahh..kerinduan yang kini mengepung perasaanku semakin membuatku ingin meneruskan tulisan ini.Aku dan teman yang sama2 sekolah di farmasi yang juga sama2 kost disitu sudah bersahabat sejak SD,kami berdua sangat akrab tidak ada yang kami tutup2i dalam menjalin persahabatan,saling berbagi dan menghargai kelebihan dan kekurangan,sepemakan sepeminum istilah orangtua.Temanku ini orangnya cantik,supel,gaul,dan rajin yang naksir dan ngantri mau jadi pacarnya banyak,dan mantan pacarnya dak kalah banyaknya,sedangkan aku sendiri kebalikannya,wajah pas2an,kaku dalam bergaul,tak perduli dengan penampilan,meskipun demikian kata teman2ku aku orangnya sangat care dengan sahabat,tempat curhat karena bisa menyimpan kerahasiaan..aahh..bisa2ya mereka bilang begitu...tapi jangan ditanya soal pacar,mau mendekat saja cowok sudah pada takut duluan,kata teman2 yang pernah aku dengar waktu itu aku terlalu menutup diri..hmm...bingung aku dengan penilaian mereka,tapi kalau dipikir pikir mungkin ada benarnya juga,aku paling bisa menyimpan perasaan tidak ada yang tahu kalau aku lagi suka sama seseorang,belakangan aku baru tahu kalau ada beberapa cowok yang dulunya dekat sama aku gak berani menyatakan perasaannya katanya sih takut ditolak karena melihat aku sepertinya biasa2 saja,cuek tidak menampakkan rasa suka pada seseorang...untuk penilaian yang satu ini memang aku akui ada benarnya juga,aku selalu tidak percaya diri,rasa suka pada seseorang hanya terpendam dalam hati hahaha...dan kata mereka lagi aku terlalu pilih2 ckckckck..ada2 aja dan teganya mereka menuduhku seperti itu padahal salah besar,urusan hati dan perasaan tidak bisa diduga apalagi harus pilih2 emang barang dagangan dipilih pilih,yang aku rasa malah aku yang tidak kepilih hhhh...memang untuk menilai diri kita sendiri tidaklah semudah kita menilai orang lain..aah sudahlah...
Kalau boleh dibilang kelebihanku dari temanku itu hanya pada nilai2 pelajaran disekolah,meskipun aku merasa biasa2 saja tidak pintar2 amat,mungkin hanya kebetulan saja nilai2 pelajaranku lebih tinggi dari teman2 yang lain.Debby nama temanku itu selalu curhat padaku,tentang mantan2 pacarnya dan begitu juga tiap ada orang yang naksir dan orang yang dia taksir dia selalu cerita dan aku adalah seorang pendengar yang baik,aku sangat tidak menyangka dan terkejut waktu dia bilang ada naksir cowok di kost'an itu,karena aku saja yang berwajah pas2an tidak tertarik sama sekali dengan cowok2 disitu hahaha...tadinya aku mengira dia naksir cowok yang bernama Hendra atau Wawan yang sering main ke kost'an yang wajahnya memang ganteng dan punya prestasi yang bagus dikampusnya..tetapi dugaanku meleset,dan lebih kaget lagi waktu dengan malu2 dia bilang naksir dengan cowok yang sekamar dengan kang trisna...yaitu Rahmat.."hhaaa...gak salah tuh.."begitu tanggapan sahabat akrabku yang lain(kami berlima bersahabat dekat)dan debby mengangguk penuh percaya diri"kirim salam ya sama Rahmat...."begitu pesannya....wkwkwk..jatuh cinta memang tak disangka sangka begitu pikirku dan gak habis pikir juga bisa2nya debby yang banyak ditaksir cowok dia malah jatuh cinta sama orang yang sederhana,sedikit pemalu berpenampilan yang sangat biasa yang masih kental dengan atribut kedaerahannya....cinta oh..cinta memang tidak ada rumusnya pantasan sulit untuk mencari jawaban kalau sudah jatuh cinta,segala yang mustahil bisa terjadi,yang sulit bisa jadi sangat mudah tetapi yang terlihat mudah ternyata sulit..cinta bisa membuat orang penakut jadi pemberani...bahkan bisa membuat orang jadi gila hhhh...
Seminggu dua minggu berlalu semenjak debby melakukan PDKT..tetapi belum ada tanda2 mereka berpacaran yang terlihat bahkan sepertinya Rahmat selalu menghindar dan sering mengalihkan pembicaraan kalau kami mulai mencoba menjadi mak comblangnya....dan.... dari situlah aku mulai sering berkomunikasi dengannya disaat aku menyampaikan salam temanku debby,pernah suatu malam aku ngobrol dengannya sampai larut,semuanya mengalir begitu saja pembicaraan kami tidak putus aku mulai merasa ada rasa nyaman dan nyambung saat berdiskusi,dimalam itulah aku tahu kalau dia suka menulis dan mengirimkannya ke surat kabar,suka menerima order tulisan pada papan reklame..aku tidak menyangka dibalik sikap diamnya dia menyimpan begitu banyak kelebihan,jujur aku kagum padanya apalagi saat dia menunjukkan hasil karyanya dihadapanku dan aku sempat berbangga hati saat aku tahu dia hanya mau bercerita dan menunjukkannya padaku.Dihari hari berikutnya dia lebih sering mendatangi kamarku sekedar minjam pulpen,minjam radio kecilku atau berbagi makanan denganku dan akupun jadi sering main kekamarnya untuk menyampaikan salam debby dan juga bercanda dengan kang trisna...tetapi dibalik semua itu aku mulai merasa tidak enak hati sama temanku debby..karena aku semakin akrab dengan rahmat dan debbypun sepertinya merasakan kedekatanku dan mulai bersikap kurang hangat denganku berbeda dari hari2 sebelumnya...aku sendiri merasa kedekatanku dengannya masih sebatas teman ngobrol,teman diskusi,aku belum tahu dan belum dapat mengartikan kedekatan kami,tetapi saat aku utarakan semuanya pada rosa teman akrabku yang lain,dengan entengnya dia bilang''kamu tuh..gak tahu atau pura2 gak tahu atau mungkin kamu bego kali yaah...debby tuh cemburu sama kamu,cowok yang dia taksir sepertinya suka sama kamu..''rosa dengan semangat mengeluarkan pendapatnya.''duughh...jantungku mau copot rasanya mendengar pendapat rosa..''apa iya aku yang ditaksirnya...aakh..gak mungkin..''aku memang selalu tidak percaya diri kalau sudah berurusan dengan masalah cinta."rosa kamu jangan ngomong sembarangan ntar didengar debby bisa hancur persahabatan kita,lagian aku gak merasa apa2 tuuh...''pada waktu itu jujur aku tidak jujur dengan perkataanku..diam2 dihatiku mulai terselip rasa suka,mulai merasa kehilangan dan merasa sepi saat dia pulang kampung,selalu menunggunya pulang dari kampus..tapi aku yakini itu bukan rasa cinta..aahh memang seharusnya aku gak boleh jatuh cinta padanya,aku tidak ingin menghancurkan persahabatanku dengan debby.Aku tutup rapat2 kedekatanku dihadapan teman2ku yang lain..aku tidak ingin merusak persahabatan dan juga merusak kedekatanku dengan rahmat sendiri karena dia sepertinya belum ingin kedekatan kami diketahui sama teman2 di kost an...yaah..mungkin satu2nya orang yang tahu adalah kang trisna,karena dia adalah teman sekamar rahmat,mungkin sedikit banyaknya mereka pernah membicarakan tentang kedekatan aku dengan rahmat,tetapi terlepas dari itu semua aku tidak mau ada yang menuduhku sebagai teman yang tidak punya perasaan yang ikut2an naksir cowok yang sama,apalagi sejak kejadian malam itu aku semakin takut memperlihatkan perasaanku yang sebenarnya,karena debby sempat down dengan segala penolakan rahmat.
Sore itu sepulang sekolah kami berlima kumpul2,makan sama2,nyanyi2,tertawa tawa dengan suara yang keras tanpa peduli dengan keadaan sekitar...betul2 heboh,suasana gaduh dengan suara musik dari kaset yang cukup keras,untungnya malam minggu dan kebetulan ada beberapa penghuni kamar lagi pada pulang kampung jadi tidak sampai menggangu ketenangan belajar.Pada saat yang lain lagi heboh aku mulai merasa capek,panas dan kehausan dan keluar dari kamar menuju kamar Rahmat dan kang trisna,kulihat dia lagi menulis sesuatu''hei...sini masuk..."begitu sapanya dengan hangat saat aku mengetuk pintu kamarnya.''boleh minjam kipas sama minta air minum gak..uuh..keringatan nih, panas,haus lagi....''aku langsung duduk dikursi yang disodorkan kang trisna"aah kamu dan teman2mu tuh dari tadi ribuut aja....udah ach..aku tinggal dulu yah mau ngapel...kamu disini aja temanin rahmat tuh.."kang trisna mencegahku yang pengen ikut keluar kamar.''iyaa nih...main kabur aja...mau baca gak tulisan dan puisi aku yang sudah pernah aku kirim ke koran dan majalah...niih.."dia mengeluarkan kumpulan tulisan dan puisinya.Terus terang aku sangat suka dengan puisi dan tulisan2nya dan akhirnya aku tidak jadi balik kekamar dan kami berdua berdiskusi tentang tulisan dan puisinya itu,sampai aku lupa kalau aku masih ditunggu teman2 dikamar..dan jujur aku senang sekali bisa berdekatan berdua dengannya dan saat mata kami saling pandang aku merasakan debaran dan tatapan matanya yang tajam membuatku jadi salah tingkah(debby pernah bilang kalau tatapan matanya yang membuat dia jatuh cinta)saat itu aku tidak tahu apa arti dari tatapannya...sampai tiba2 rosa menyusulku''wkwkwk....ketahuan..pacaran yah...''aku buru2 membantah''huuzz...sembarangan...ini lagi baca kumpulan artikel dan puisi...sini masuk mau baca gak..."aku sedapat mungkin menutupi perasaanku.."iya juga gak apa2 tuuh.."rosa yang memang mulai mencium kedekatanku dengan rahmat tersenyum menggoda."sstt...jangan bikin gosip...sini masuk.."aku berusaha untuk bersikap biasa.Tidak lama berselang tiba2 iyas datang tergopoh gopoh..''toloong...toloong...debby pingsan sepertinya kesurupan....''serentak kami bertiga berhamburan keluar berlari menuju kamar debby...Astaghfirullahalladhzim...kami kompak istighfar melihat debby mulai merontah rontah dipegangi oleh zainal,arien dan ardi...ayat kursi dibaca berulang2,seperti dapat tambahan kekuatan entah dari mana debby semakin tak terkendali,bicaranya semua ngawur dengan nada tinggi dan teriak2 sambil menunjuk keluar,matanya melotot terlihat sangat seram ihhhh...bergidik bulu tengkuk..Suasana sepi menjelang tengah malam ditambah banyaknya penghuni kost yang lagi pulang kampung membuat kami semakin ketakutan,panik gak tau apa yang mesti diperbuat,untunglah mas agus penghuni kost yang berasal dari cirebon sedikit tahu cara mengatasi orang yang lagi kesurupan,dengan air putih segelas dan membacakan ayat2 Alquran ditelinga debby,keadaan bisa sedikit teratasi,kami semua menarik nafas lega...perlahan debby mulai sadar dan terlihat lemas."jangan biarkan dia melamun,ajak bicara dan baca ayat kursi berulang ulang..."pesan mas agus.Kami hanya bisa mengangguk dan mengucapkan terima kasih,ketakutan dan kebingungan telah membuat kami kehabisan kata2.debby terlihat mulai tenang dan kami tidak mengatakan yang sebenarnya pada saat dia bertanya kenapa bajunya basah dan terlihat sangat kusut."rahmat...sini masuk temani debby.."arien mengajak rahmat masuk,dan rahmat seperti enggan dan menoleh kearahku meminta persetujuanku,jantungku bedebar...duugh...kenapa mesti minta persetujuanku,tidak ada hubungannya,lebih dari itu aku takut arien dan iyas jadi tahu kalau ada kedekatan antara aku dan rahmat yang selama ini sering aku tutup tutupi"ayoh..rahmat temani debby...kasihan..dia butuh perhatian kamu.."aku mencoba untuk bersikap sewajarnya..dan kulirik rosa tersenyum memaklumi sikapku.Karena dikamar udaranya agak pengap aku dan rosa memilh duduk diluar kamar ngobrol diteras depan kamar debby,tidak lama berselang rahmat keluar dan ikut bergabung ngobrol dengan kami ,lagi2 aku bingung dengan sikap rahmat...dia selalu menghindar...dan sekali lagi kami dikagetkan dengan debby yang kabur dari kamar dan lari ke arah jalan padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari...lagi2 kami panik....''rahmat....cepat kejaarr...debby kabur..."teriakan arien membuat kami langsung loncat dan ikut berlari mengejar debby...tenaganya luar biasa secepat kilat debby berlari,tak satupun dari kami dapat mengejarnya..dibalik ketakutan dan kepanikan kami,aku,arien dan iyas tertawa,gimana tidak rosa yang biasanya terlihat sangat lemah tapi malam itu dia yang paling kencang larinya selidik punya selidik ternyata ada anjing dibelakang kami dan bukan rahasia lagi rosa paling takut sama anjing...hahaha.....selarut itu kami berkejar kejaran,begitu melintas depan pos menwa,serentak kami berteriak"toloong tolooong...tangkap anak itu.....''Alhamdulillah...anggota menwa berhasil menangkap debby..hhhh....kami menarik nafas lega tapi masih dengan tersengal sengal"rahmat...rangkul debby...tuntun...kita pulang yuuk..."aku memegang tangan rahmat dan menyuruhnya merangkul pundak debby...lagi2 ada keengganan dimatanya,dan menatapku tajam tanda protes"tolong..hanya kamu yang bisa menenangkannya.."aku balas tatapan matanya dengan memohon,rasanya gak akan selesai2 urusannya kalau rahmat masih bersikukuh dengan sikapnya.Benar saja debby terlihat tenang dan mau dituntun pulang,kami berjalan dibelakangnya sambil tersenyum dan tawa tak bisa ditahan lagi melihat arien yang putus sendal jepitnya dan aku yang memakai sendal lain sebelah..tawa kami semakin meledak setelah rosa cerita dia sudah tidak memikirkan debby lagi,yang ada dipikirannya bagaimana bisa lari sekencang mungkin menghindari anjing hahahaha....
Setelah kejadian itu debby mulai bersikap beda terlihat pendiam,jarang kumpul2 lagi sama kami setiap kami ajak jalan dia selalu bilang lagi gak mood..dia lebih sering jalan sama kang asep mahasiswa semester akhir yang juga sama2 kost disitu,sepertinya dia mulai mengalihkan perhatiannya,mungkin dia tahu rahmat sering menghindarinya.Malam itu saat aku berdua dengan rahmat mencari makanan diwarung belakang kost an,aku membuka percakapan mengenai debby"kenapa sih kau selalu menghindar tiap kali debby ingin dekat,kejadian kemaren itu semua karena sikap tak acuh kamu,dia ingin perhatian,dia naksir kamu....!!kamu tidak tahu atau kamu memang sengaja ingin menyakitinya..???aku nyerocos sedikit emosi dengan segala sikap rahmat,aku tidak rela sahabatku jadi hilang keceriaannya."loh....loh....kok kamu yang sewot...hei..non...dengar...aku tidak menghindar aku hanya bersikap sebagaimana aku harus bersikap,apa yang aku rasakan itulah yang aku perlihatkan..buat apa aku mesti bohong dengan diriku sendiri...debby suka sama aku,biarkanlah..tidak salah dengan perasaannya...tapi aku sendiripun punya perasaan..tapi bukan sama dia...kalau aku dekat sama orang lain dan aku merasa nyaman.....ada yang salah...???Aku terdiam....memang tidak ada yang salah."kau gak nyesal telah menolak gadis secantik debby..belakangan ini dia sering jalan sama kang asep..apa kamu tidak cemburu??"aku tidak yakin dengan apa yang diomongin rahmat barusan,rasanya tidak mungkin rahmat bisa menolak pesona debby,di kost an itu yang aku tahu ada 3 cowok yang naksir debby."Indah...,ada hal yang tidak bisa dijabarkan satu2 sebagaimana kita meguraikan rumus matematika...salah satunya...masalah perasaan..udah lupakan saja...lapar nih..."rahmat menutup pembicaraan dan menarik tanganku...entah mengapa ada perasaan lega mendengar pengakuan rahmat...apa aku yang punya perasaan itu,dan aku yang takut kalau rahmat ternyata benar2 suka sama debby...??
Belakangan kami tahu debby memang sudah jadian sama kang asep..kata teman2 kang asep hanyalah sebagai pelarian untuk menutupi rasa malu karena perhatiannya telah ditolak oleh rahmat...ahh aku tidak paham maksud mereka mengatakan itu yang jelas aku sangat senang dengan berita ini paling tidak bisa menghilangkan rasa bersalahku karena debby tidak lagi bersikap dingin padaku,dia mulai bersikap hangat lagi,dia sepertinya sudah melupakan perasaannya pada rahmat,terus terang aku bahagia sekali persahabatan kami tidak retak.Untuk menjaga perasaan debby aku semakin rapat merahasiakan kedekatanku dengan rahmat,padahal tiap pagi saat aku mau membuka pintu kamar aku selalu mendapatkan secarik kertas berisikan puisi ada terselip dibawah pintu,bahkan dibalik radio kecilku yang selalu dipinjamnya,kadang sebungkus makanan tanpa aku tahu sudah ada dimeja belajarku..aku takut tuk berbagi kebahagiaan itu,meskipun dalam hati aku ingin semua orang tahu rahmat adalah orang yang sangat special dalam hidupku...Sore itu tanggal 20 oktober,aku terkejut melihat rahmat nongkrong diatas atap teras samping.."lho..ngapain..tinggi amat..."imas penghuni yang berasal dari ciawi tasik heran melihat keanehan rahmat''sstt...jangan riibut...lagi cari inspirasi nih...buat seseorang yang special...."uuuhhh...lagunya sang penyair,salah jurusan kuliahmu...bukan jurusan matematika..."encum ikut nimbrung..."cocoknya sih jurusan ledeng kalapa...hahahaha.....''mas agus ikutan teriak dari kamarnya yang kebetulan dekat teras samping..sore itu hampir semua penghuni kumpul diteras duduk2 dbawah pohon lengkeng menunggu datangnya waktu sholat magrib,aku sendiri heran dan tidak tahu maksud rahmat sore itu..hhh...aku berharap seseorang yang special itu adalah aku....Besok paginya subuh juga belum masuk waktunya aku sudah terbangun,saat aku mau kekamar mandi mau berwudhu lagi2 aku mendapatkan secarik kertas tapi kali ini,kertasnya bagus dan wangi...jantungku berdegup kencang...aku buka lipatannya...dan disana sederetan kata2 indah berbaris terangkai begitu puitis...buat gadis specialku...dihari yang special..selamat ulang tahun...ya..ya..ya...aku baru sadar kalau hari ini tanggal 21 oktober adalah hari ultahku...rahmat telah menuliskan sederetan kata2 indah sebagai hadiah dihari ulang tahunku,begitu puitis tanganku bergetar memegang kertas puisi itu.."sore mendekati senja..langit semburatkan warna jingga..indah...burung2 terbang pulang..membawa rangkaian bunga semerbak wangi....dan hari ini aku kalungkan didadamu..kuucapkan selamat...selamat...hari ini,hari esok dan selamanya aku ingin bersamamu merangkai hari2 yang indah...itu adalah sebagian isi dari puisi rahmat dihari ultahku(aku menyimpan kertas puisi itu bertahun tahun,sampai kemaren hilang pada saat aku pindah rumah dan sempat membuat aku kecewa)tak sadar airmataku menetes,ada rasa haru,bahagia memenuhi ruang hatiku...apakah rasa sayang ataukah rasa cinta yang semakin membuat dadaku bergemuruh,puisi itu semakin bergetar ditanganku,aku seperti terbang..aah..aku tidak bisa menjabarkannya...ingin aku mengetok kamar debby tuk memamerkan puisi indah ini...tapi itu tidak mungkin..aku baca berulang ulang rasanya tidak sabar untuk bertemu dan mengucapkan terima kasih pada rahmat,dan kesempatan itu baru ada saat aku ke dapur mengambil air panas buat bikin teh manis"terima kasih puisinya..."hanya itu yang bisa aku katakan,aku begitu gugup"ehm.ehmmm...''kang trisna mendehem menggoda,dia banyak tahu tentang hubungan kami"adik kecilku met ultah yaa.."kang trisna menyalami dan merangkulku,rahmat tersenyum melihat keakraban aku
dengan kang trisna,sedangkan dia sendiri tidak berani untuk melakukan hal seperti itu,hanya jabatan erat tangan dan tatapan matanya yang mewakili...aahh bagiku itu lebih dari cukup...puisi itu adalah ungkapan perasaannya....Hari itu aku adalah orang yang paling berbahagia,hanya sayang aku tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan sahabatku...hhh..siangnya rahmat mengajakku jalan2 ke lembang,hawa yang sejuk dipondok dekat maribaya kami menikmati jagung bakar,ketan bakar dan segelas bandrek."....aku ingin sekali berbagi cerita bahagia ini dengan sahabatku rosa,iyas,arien dan debby...tapi aku tidak berani...sebegitu pengecutnya aku,semua ini aku lakukan demi menjaga jalinan sebuah persahabatan,entah bagaimana caraku memandang arti persahabatan,yang jelas aku cukup tersiksa dengan ketidak jelasan semua itu....dan aku sendiri tidak tahu hubungan seperti apa yang sedang aku jalin dengan rahmat,tidak pernah ada kata2 yang menyatakan adanya jalinan cinta diantara kami..yang ada hanyalah puisi2 indah,perhatian,dan tatapan mata...yaah...belakangan aku baru tahu ternyata aku salah dalam bersikap..ketertutupanku ternyata jadi bumerang bagi hubunganku dengan rahmat...akhirnya aku harus menelan pil pahit..kehilangan rahmat...untuk selamanya...
Jujur tulisan ini hampir 5 bulan lebih terhenti...aku sebenarnya enggan melanjutkannya...karena diujung kisah akan ada kepedihan,ada airmata,ada penyesalan...tapi aku tidak ingin menjadi seorang yang pengecut,pecundang yang hanya bisa meratapi masalalu...kisah ini harus aku selesaikan karena ini hanyalah sebagian kecil dari liku perjalanan,tak berarti...ini hanyalah sepotong cerita tentang cintaku yang kandas.
Hari2 terus berganti tak terasa aku telah memasuki masa ujian...disekolah farmasi(waktu itu) ada 3 tahapan,
tahapan pertama ujian pelajaran umum,simplisia & alat kesehatan,aku berhasil melewatinya dengan nilai cukup baik diatas rata2..yang cukup mengkwatirkan adalah ujian pelajaran khusus dan juga ujian prktikum aku dan kawan2 sedikit panik dan gugup menghadapinya,persiapannya harus benar2 matang,pelajaran kimia umum,kimia organik,kimia anorganik,fisika umum,fisika farmasi,ilmu resep,farmakologi,farmakognosi bahasa latin,sinonim,undang undang kesehatan...aahh....buku pelajaran sudah bertumpuk dan fotocopy soal2 ujian tahun2 sebelumnya sudah setebal 15 cm menunggu untuk dipelajari.Rahmat selalu mensuportku,aku baru bisa belajar pada suasana yang tenang,aku belajar saat orang lain pulas tertidur dan rahmat selalu menyiapkan segelas teh manis hangat padahal malam sudah larut tetapi dia masih menyempatkan diri membuatkan aku minuman,bagiku semua perhatiannya adalah kasih sayang...akhh...aku sekarang benar2 rindu pada sosok rahmat....
Untuk mendekati lokasi ujian aku memutuskan nginap dirumah diah sahabatku,dan sehari sebelum aku pergi rahmat menyiapkan peralatan yang aku butuhkan,suportnya telah membuat aku begitu kuat"jangan dipikirkan mata pelajaran yang sudah berlalu meskipun kau merasa tidak begitu baik itu sudah berlalu tidak bisa diperbaiki lagi,fokuslah pada pelajaran selanjutnya.."begitu pesannya saat aku pergi.Apa yang dipesannya memang bermanfaat,disaat teman2 lain sibuk membahas ujian dan mencocokkan hasil jawaban,aku lebih memilih diam menenangkan diri tidak peduli dan itu membuat aku tenang menghadapi ujian selanjutnya.Dihari terakhir ujian aku tak sabar lagi,aku rindu kamarku,aku rindu rahmat dengan segala perhatiannya,tak kupedulikan lagi kertas soal ujian yang lagi ramai dibahas teman2 karena semua bahasan itu tidak akan mengubah nilai hasil ujian,dan saat aku buka kamarku semua tertata rapi...aku kaget karena pada saat aku meninggalkannya sedikit berantakan dan diatas meja belajarku ada secarik kertas bertuliskan"maaf ..selama kau ujian aku tidur disini dan hari ini kau pasti datang,tapi jangan khawatir tidak ada yang barang hilang karena akupun takut akan kehilangan..senyummu..."aku tersenyum membacanya dan rasa rindupun semakin dalam aku rasakan..."surat cinta rahmat ya.."rosa mengagetkanku."ah..bukan..hanya ngasih tau dia pulang kampung tadi pagi.."Aku selalu menutupi hubunganku..aku tahu sebenarnya rosa tahu aku lagi berbohong..tapi rosa adalah sahabat yang baik dia tidak ingin memaksaku dan mencampuri urusan pribadiku.
Hari pengumuman ujianpun tiba..hanya ada aku dan rosa,iyaz sudah pulang kampung duluan tanpa menunggu hasil ujian karena dia pesimis untuk bisa lulus..aku sangat menyayangkan iyas..karena selama ini prestasinya bagus,kurang lebih sama dengan aku dan rosa...tetapi entah kenapa mungkin karena gugup dihari pertama ujian dimata pelajaran ilmu resep dia salah membaca petunjuk ujian dan itu baru disadarinya setelah teman2 sibuk ngembahasnya,aku dan rosa sudah berusaha memberi suport dan masukan untuk tidak memikirkan yang sudah berlalu dan fokus pada yang akan terjadi,tetapi iyaz sudah patah semangat dan dihari hari ujian berikutnya dia seperti asal asalan,tak acuh,pikirannya sudah tidak fokus lagi pada ujian,benar saja begitu ujian selesai dia langsung pulang kampung.Sedangkan arien dan debby memang tidak ikut ujian khusus karena nilai ujian umumnya tidak mencukupi untuk bisa lolos ke ujian khusus.
Aku dan rosa begitu gelisah,bagaimana tidak setiap tahunnya presentasi kelulusan hanya berkisar 50% yakin tidak yakin hanya bisa pasrah....Alhamdulillah...kegelisahanku berakhir indah aku lulus dengan nilai yang tidak mengecewakan tanpa ada ujian susulan,tapi lagi2 ku harus menahan kegembiraan karena hanya aku dan rosa yang lulus,aku tidak ingin melukai hati sahabat2ku yang tidak lulus yang harus mengulang kembali ujian tahun depan aahh....kebahagiaan yang tidak sempurna.Didepan pagar telah menunggu rahmat dan kang trisna,aku tidak sabar ingin segera memberitahu berita bahagia ini pada orang yang banyak mensuport dan memperhatikan aku...yaah...rahmat dan kang trisna merekalah yang selalu memberi aku semangat..dan dari jauh kulihat mereka sudah tersenyum..."Indah..Rosa...kalian berdua lulus kan?kang trisna sepertinya sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui kabar kelulusan kami.Aku dan Rosa kompak mengangguk pasti..."Alhamdulillah...selamat yaa....."rahmat meraih tanganku dan menggenggam erat dan mengucapkan selamat"aku percaya kamu pasti mampu.."genggaman dan tatapannya itu begitu hangat.membuat jantungku berdegup kencang..detik itu juga..aku benar2 merasa telah jatuh cinta padanya sebenar benarnya cinta,rasa yang aku rasakan tak seperti yang biasa aku rasakan...yaa..Tuhan...apakah aku salah telah jatuh cinta padanya,apakah rahmat merasakan apa yang aku rasakan..??Malamnya rahmat mengajakku nonton film de bioskop,tak begitu paham aku akan jalan cerita filmnya karena aku sibuk dengan perasaanku,ketika aku benar2 sadar telah mencintainya semakin aku bingung tidak tahu meski bagaimana bersikap dan membuatku jadi serba salah,salah tingkah...dan malam itu aku tahu bahwa rahmatpun menyimpan perasaan yang sama denganku dan sama2 baru merasakan indahnya debaran2 cinta...inilah bahagia yang begitu membahagiakan saat kita tahu dicintai oleh orang yang juga kita cintai?mungkin terlihat seperti berlebihan..tapi itulah yang aku rasakan,genggaman jemari dan rangkulan tangan rahmat semakin meyakiniku bahwa rahmatlah yang akan melindungiku,menemani hari2ku.
Setelah pelantikan dan pengambilan sumpah aku memutuskan untuk pulang kampung dulu untuk beberapa waktu..tak banyak kata2 yang kami ungkapkan saat malam perpisahan...begitupun saat kami berjalan berkeliling seputar kampus,tak sepatah kata keluar dari mulut kami..aku kehilangan kata2..begitu pula dengan rahmat.Suasana kampus yang banyak ditumbuhi pepohonan dan tanaman hias semakin membuat suasana terasa begitu dingin,semua seperti beku dikeheningan malam,kami berjalan bersisian tanpa kata2 tanpa tujuan hingga akhirnya kami sampai di halaman gedung utama kampus yang berdiri kokoh masih sama terlihat beku dan sunyi tak peduli dengan keadaan sekelilingnya,bahkan terlihat sangat misterius karena gedung ini adalah bangunan kuno peninggalan zaman penjajahan belanda,bergaya arsitektural art-deco yang selesai dibangun pada tahun 1933 oleh arsitek Belanda Wolff schoemaker,dimana pemilik dan pemrakarsa adalah DominiqueWillliam Berrety yang awalnya berfungsi untuk kediaman pribadi Berrety,tetapi setelah kematiannya berubah fungsi menjadi hotel dan saat ini telah berubah menjadi pusat kantor kampus dan kami biasa menyebutnya Parter,aku pernah mendengar rumor yang mengatakan adanya roh2 yang bergentayangan yang sering merasuki jiwa2 yang sedang kosong,dan sewaktu debby kesurupan kemarinpun dikait kaitkan dengan rumor itu karena kebetulan rumah kost kami persis dibelakang kampus ini,tapi saat itu aku lupa akan "keangkeran" bangunan itu yang ada dalam pikiranku aku akan merasa sangat kehilangan dan akan merindukan kampus ini dengan segala kenangannya.."sebelum kita kembali ke kost an kita duduk2 dulu ya..disitu"rahmat menunjuk tangga gedung yang berderet melingkar,dan dari situ karena gedung kampus itu berada di dataran cukup tinggi maka pemandangan yang terlihat sangat indah...kerlap kerlip lampu kendaraan yang melintas dan lampu2 kota semakin mempercantik pemandangan,tapi malam itu terasa sangat hambar,tidak dapat aku nikmati,pikiranku lebih tertuju dengan perpisahan yang sebentar lagi terjadi antara aku dan rahmat.."indah...berapa lama pulangnya..apa mungkin nanti kamu akan menetap disana?rahmat memecah keheningan dengan suara sedikit tertahan"pastinya aku belum tahu,aku hanya ingin melepas kangen pada keluarga terutama sama ibuku...mungkin sekitar 1 bulan,aku pasti akan balik lagi dan mencari kerja disini..."aku berusaha menyakinkan rahmat bahwa aku akan datang lagi ke kota ini dan menemuinya,tak ada keraguan sedikitpun.Tak banyak kata2 yang terucap,mata dan hati yang bicara...rahmat memberiku sebuah foto dirinya"kamu simpan baik2 sebagai pengganti diriku jika kamu rindu padaku..."sedikit berlebihan memang,bukankah kami hanya akan berpisah paling lama sekitar 1 bulan,tapi itulah cinta...semuanya memang terlihat sangat mengada ada,tetapi itulah kenyataan yang terlihat oleh cinta sebuah perpisahan akan terasa panjang sehari serasa seminggu,seminggu terasa sebulan,sebulan terasa setahun....yaah...aku pasti akan merindukannya....Semalaman aku tidak bisa tidur,ada banyak perasaan yang campur aduk menggelisahkan tidur dan malamku..disatu sisi aku senang bisa pulang bertemu dengan ibuku,saudaraku,disisi lain aku sedih karena harus berpisah dengan orang yang baru saja menjadi kekasih hati..rahmat...Subuh dini hari aku sudah dijemput mobil travel,karena pesawat yang akan aku tumpangi take off sekitar pukul 8 pagi..aku pandangi kamarku untuk terakhir kalinya..hhh...walaupun hanya 1 tahun aku jadi penghuninya tetapi beribu kenangan ada disitu...masih terbayang di dinding persis samping tempat tidurku tempelan2 kertas bahan hafalan pelajaran,mulai dari rumus2 sampai sinonim dari obat2an...asam asetil salisilat sinonimnya asetosal,antalgin dan novalgin nama dagangnya...panjang berderet...kini dinding itu sudah bersih,karena besok dia akan berganti penghuni...dan diatas meja belajar itupun sudah tidak ada satu bukupun terlihat,karena semua buku2 dan fotocopy pelajaran telah aku berikan pada adik kelasku...hhh...belum apa2 aku sudah merindukannya...dan...saat aku melangkah keluar sambil membawa tas besarku aku tertegun sebentar didepan pintu...pintu yang telah menjadi saksi entah sudah berapa puisi yang terselip disitu...aku akan sangat merindukannya..puisi kasihku,puisi cintaku..puisi rahmatku...hhh....tak sadar airmata telah mengembang disudut mataku,aku tidak pamitan lagi sama penghuni kost..aku tidak ingin menangis didepan mereka,aku pergi subuh itu dengan diam2...subuh yang dingin,aku menggigil dan airmata ini jadi terasa hangat...aku seperti akan pergi lama dan tak akan kembali lagi....separuh jiwaku masih tertinggal disana,disepanjang perjalanan pikiranku lagi2 campur aduk antara perasaan senang bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga tetapi sedih karena harus berpisah dengan orang yang telah membuat hari2ku menjadi indah....
Akhirnya kesedihanku bisa tertutupi dengan kegembiraan bisa berkumpul dengan keluarga,ibuku memelukku erat seperti tidak ingin aku pergi lagi,aku berbagi kebahagiaan karena bisa menyelesaikan sekolah dengan baik...dan akupun bercerita pada saudaraku bahwa aku sekarang telah punya kekasih...dan foto rahmat aku bingkai dalam figuran dan aku pasang diatas meja rias di kamarku...ahh...aku sangat merindukannya...
Aku menikmati liburanku,aku kunjungi saudara2ku yang sudah lama tidak pernah bertemu,aku lakukan itu untuk menutupi rasa rinduku pada sosok rahmat..
Setelah hampir 1 minggu aku berada dikampung halamanku,siang itu datang pak pos membawa sepucuk surat...hatiku berdebar saat kakakku bilang surat itu buatku,,,betul saja..surat itu nama pengirimnya rahmat suherman....disitu ada kata rindu,kata cinta...dan aku seperti terbang kelangit ke tujuh tak cukup beribu kata untuk mengatakannya,aku baca berulang ulang semakin aku yakin akan cinta yang terjalin antara aku dan rahmat...aku tersenyum...semua terasa begitu indah....Tak sabar aku ingin membalasnya,sepanjang hari aku mengarang surat tetapi tak pernah selesai,selalu aku merasa kurang pas...kertas2 telah menumpuk dikeranjang sampah..aahh...ternyata tidak mudah mengungkapkan perasaan lewat tulisan...aku ingin surat cintaku terlihat sempurna yang dapat mewaklili hatiku betapa aku benar2 cinta dan sangat merindukannya..
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari,semua impianku harus hancur berantakan ketika subuh itu saat aku terbangun dari tidur kepalaku terasa berat,badanku panas tapi berkeringat dingin saat aku mencoba bangkit dari tempat tidur semuanya terasa berputar,aku terjatuh...dan sempat pingsan.Aku paling malas berurusan dengan rumah sakit,ada sedikit trauma...kesedihan yang begitu dalam saat melepas kepergian almarhum ayah yang begitu mendadak karena serangan jantung dan itu terjadi di rumah sakit, semenjak itu aku enggan berurusan dengan rumah sakit,hatiku selalu berdebar tidak karuan...cukup lama aku seperti itu,syukurnya dengan bertambahnya umur sekarang aku bisa mengatasi ketakutan itu.Karena keadaanku yang begitu mengkhawatirkan aku menurut saja waktu ibuku mengusulkan aku untuk berobat ke rumah sakit,aku tidak tahu apa nama penyakitku yang jelas aku menolak keras saat dokter mengusulkan aku untuk di opname,yang akhirnya ada kesepakatan aku harus tiap hari berobat jalan dan harus disuntik tiap hari selama 1 minggu,sungguh suatu siksaan...Dirumah aku tidak melakukan kegiatan apa2 hanya tiduran,tidak bisa lama2 berdiri atau duduk karena akan terasa semuanya seperti berputar,tidak ada keseimbangan seperti mau jatuh,berkeringat dingin,mual dan pusing,ini semua adalah gejalah dari hypoxia(kekurangan pasokan oksigen dikepala)...dan nasehat dokter seperti biasanya sangat klise aku harus banyak istirahat,hipotensi dan anemia begitu yang aku dengar.Tensiku memang termasuk rendah dalam keadaan normal dan sehatpun tensiku hanya 90/60 mmgh,sebenarnya seperti yang pernah aku dengar hipotensi merupakan bawaan sejak lahir bukan suatu penyakit,tetapi hipotensi akan menjadi masalah jika terjadi pada usia dewasa seperti yang aku alami sekarang.Didalam hati aku sangat khawatir penyakitku ini adalah stroke iskemik dimana adanya penyumbatan oksigen dan pembuluh darah keotak yang terhenti,yang mungkin terjadi karena hipoperfusion sistemik yaitu kekurangan aliran darah yang mengalir keotak dikarenakan gangguan pada fungsi jantung,perubahan irama jantung(aritmia),meskipun aku terlihat seperti mengada ada,tapi semua itu berkaitan karena aku sering mudah kaget,berdebar debar gelisah tanpa sebab apalagi setelah minum atau makan makanan yang mengandung cofeein,kekurangan oksigen ...dikeluargaku sepertinya sangat dekat dengan yang namanya hipotensi dan gangguan fungsi jantung..aahh..masabodoh lah..selagi masih bisa berdiri dan berjalan aku sering tidak peduli dengan kesehatan,yang jelas dengan semua itu akhirnya niatku untuk kembali lagi ke kota Bandung terpaksa ditunda..hhh....ibu belum mengizinkan aku pergi sebelum kesehatanku benar2 pulih.
Dan surat balasan itupun semakin tak tersentuh meskipun begitu banyak yang ingin aku ceritakan dan yang ingin aku ungkapkan kepada rahmat,tetapi aku betul2 belum bisa untuk menulis surat.Bukan tidak pernah aku mencoba tetapi yang ada malah kepalaku terasa sangat berat,seperti kesemutan dan kertas2 suratpun semakin banyak yang teronggok dikeranjang sampah,surat2ku yang gagal tak pernah selesai,aku mulai sedikit frustasi dan berusaha untuk meredam dan melupakan sejenak keinginan untuk menulis surat,karena yang aku inginkan adalah sebuah surat cinta yang sempurna dan itu tentu saja memerlukan hati dan pikiran yang tenang,tidak dalam keadaan kesehatanku yang sedang memburuk.Untuk menghilangkan bayang2 rahmat dalam ingatanku foto dan surat rahmat aku simpan dalam2 dalam laci meja,dan obat yang aku minum setidaknya banyak membantuku karena bisa dengan mudahnya aku tidur tanpa banyak berpikir.
Sudah 2 bulan aku dikampung halamanku,kini aku merasa telah sehat kembali,dan tekanan darah dan jumlah hemoglobinku sudah normal,malam itu disaat semua penghuni rumah sudah tertidur aku merasakan kerinduanku terasa begitu mengusik,begitu gelisah...perlahan aku buka laci meja disitu tersimpan foto dan surat rahmat,bergetar tangan dan hatiku saat memegang dan membaca ulang kembali,jarak yang memisahkan telah membuat aku semakin terpuruk dalam kegelisahan dan puisi2nya perlahan aku baca kembali dalam potongan2 kertas...
''hanya hayalan yang berkencan..
dikeheningan dan kegelapan malam..
hanya selimut rindu membalut hati..
meniti sepi lewati mimpi...
tak sabar kuingin membuka hari menyapa pagi...
berharap ada kamu dan bahagia diujung penantian ini...."
''pernahkah kau menghitung bintang dilangit...
pernahkah kau tahu berapa banyak rinai hujan yang turun..
tahukah kamu tak terhitung jumlah butiran pasir dipantai...
Tapi...kuingin kau tahu tak terhingga sayangku yang akan menerangi malam...
tak terhitung kasihku yang akan memberi kehangatan...
disini ada banyak cerita yang merindu dan satu hati yang menunggu...''
''burung kecil itu tadi mendekat...kicauan lirih menyapa akrab..
bisiknya dengan manja,sambutlah rasa yang terasa...dekap erat hati yang tertambat...''
Tiga potong puisi itu telah membangkitkan kerinduanku pada rahmat,tak terasa airmataku hangat mengalir..sudah 2 bulan aku tidak berkabar dan mendapat kabar...kini kertas surat itu telah terisi penuh,sarat kata rindu dan cinta,impian dan harapan,tak sabar aku menunggu pagi,ingin segera melayangkan surat cintaku melalui pos...Kuingin rahmat tahu betapa merindunya aku betapa inginnya aku bertemu....
Siangnya pada saat aku ingin kekantor pos,ibuku memanggilku dan memberikan satu buah tiket pesawat tujuan Jakarta,aku hampir tak percaya ibu mengizinkan aku tuk kembali ke Bandung dan mencari kerja disana''memang sebaiknya kau di bandung,kau pasti punya banyak impian dan juga nanti kalau ada saudara kamu yang ingin melanjutkan sekolah di sana ada tempat yang akan dituju...''aku hanya bisa memeluk ibuku dengan erat,tak keluar kata2 yang mengatakan betapa aku sangat sayang pada beliau,betapa ridho dan doa beliau adalah nafas kehidupanku.Aku urungkan niatku untuk mengirim surat ke kantor pos,aku belanja makanan sebagai oleh2 buat rahmat dan teman2 disana,tak sabar aku menanti hari berganti..saat aku membereskan barang2 bawaanku surat itu aku simpan rapi dalam tas sandangku,aku ingin langsung memberikan surat itu dan kuingin melihat rahmat membacanya didepanku,kuingin melihat dalamnya kerinduan dimatanya..aah...aku terlalu berhayal....Entah jam berapa aku baru bisa tertidur,semua angan dan impianku telah aku bungkus dengan rapi kubawa dalam perjalanan menapaki hari2 yang akan aku jelang dan berharap langkah itu bersama rahmat...hari esok adalah awal langkah kebahagiaan itu....
Sore menjelang magrib aku telah memasuki kota Bandung,tanah dan jalanan tampak basah,aku yang sudah terbiasa dengan cuaca panas dekampungku seperti merasa meriang dengan cuaca kota bandung yang baru saja diguyur hujan,ada perasaan gelisah yang aku sendiri tidak tahu,aku pandangi genangan air yang ada disisi jalan rasa gelisah itu semakin terasa..aku ingin menangis aku tiba2 rindu akan ibuku,akankah aku mampu membuatnya tetap tersenyum,jalan ini yang aku pilih..Bandung..tiba2 ada rasa tak yakin,ada keraguan...cepat2 aku tepis...aku punya banyak sahabat dan aku punya rahmat...
Tujuanku ketempat kost diah,sebelum aku pulang kemarin diah telah menawarkan tempatnya untuk sementara aku diam sebelum aku dapat tempat kost sendiri.Bunyi bedug magrib bersamaan dengan aku mengetuk pintu kamar kost diah,dan pelukan hangat diah saat menyambutku melenyapkan sejenak lelahku yang hampir 5 jam menempuh perjalanan''hei...agak gemukan nih..waah enak ya liburan panjang...apa kabar keluarga disana.."diah terus nyerocos,suaranya terdengar penuh kegembiraan''hmm...aku tahu...kamu pasti lagi happy yaa....ada berita apa nih..?aku balik bertanya begitu melihat rona kebahagiaan diwajah diah''ntar habis sholat magrib aku cerita..seru deh..ini diminum teh manisnya biar hilang capekmu.."diah masih merahasiakan cerita bahagianya."tenang...aku pasti cerita...''diah senyum2 melihat aku yang mulai penasaran.
Sambil menunggu diah selesai mandi,aku membereskan bawaanku memisahkan oleh2 dan kiriman dari orangtua diah,saat aku mencari baju buat ganti pandanganku tertuju pada tas sandangku dimana suratku tersimpan rapi disana,ada kebahagiaan disana...aahh...aku tak sabar menunggu moment itu.Bungkusan kiriman orang tua diah aku letakkan diatas meja belajar dan mataku tertahan melihat kalung dengan bandulan bertuliskan DZ..''hmm..sekarang aku tahu kenapa diah terlihat begitu gembira dan bahagia...pasti kalung ini penyebabnya...aku baru ingat selama ini diah memang naksir berat sama cowok yang tinggalnya diseberang tempat kostnya...ya..ya..nama cowok itu Zulfan..."akhirnya kamu jadian ya ma tuh cowok.."aku langsung menebak tanpa ragu2 lagi"iih...kok tau sih,,aku baru mau cerita...uufh..kalung itu ya..aku bikinnya sama dengan debby..kalau aku DZ tahu kan singkatan dari diah-zulfan..kalau debby DR''emang R inisial siapa..?"aku mulai penasaran,karena setahuku debby pacaran sama kang asep,kenapa bukan DA..."oh yaa ada berita baru debby sekarang udah jadian sama rahmat..kesampaian juga akhirnya setelah mengejar lebih setahun hehehe...."diah senyum tanpa dosa...Begitu mendengar nama rahmat disebut teh manis yang baru saja aku teguk muncrat keluar,jantungku serasa mau copot,aku kaget..tak ubahnya seperti mendengar suara bom meledak persis ditelingaku''ya ampun teh ini masih panas rupanya.."aku berdalih untuk menghilangkan kegugupanku,aku tak ingin diah mengetahui apa yang baru saja aku rasakan,karena selama ini diah sama sekali tidak tahu kedekatanku dengan rahmat bukan lagi sekedar sahabat,tetapi sebagai sepasang kekasih..."aku mandi dulu ya..nanti ceritanya disambung lagi"aku buru2 mengambil handuk dan baju salin,aku sudah tidak kuat lagi menahan perasaanku.Dikamar mandi aku lama terdiam mencoba menenangkan diri,semula aku berharap apa yang aku dengar adalah sebuah kekeliruan,tapi diah begitu yakin mengatakan kalau debby akhirnya mendapatkan cinta rahmat...ya Tuhan...cinta rahmat kepadaku telah pergi kemana????
Sungguh suatu siksaan aku mendengarkan cerita bahagia diah dan zulfan,debby dan rahmat...aku ingin diah berhenti cerita tetapi itu tidak mungkin..aku hanya berharap hari cepat berlalu dan aku ingin menghilang secepatnya ketempat dimana tidak ada lagi cerita tentang rahmat..untuk mengakhiri cerita diah,aku pura2 sudah mengantuk padahal sampai subuh aku tidak dapat memejamkan mata barang sebentarpun,meskipun tak ada airmata yang menetes,tetapi terasa perih jauh menusuk kedalam hati,cinta ini telah membuat aku menderita.
Sehabis subuh aku baru bisa tertidur,dan terbangun saat matahari telah tinggi,kulihat diah telah siap2 mau berangkat sekolah''Indah..kau sepertinya sakit ya...wajahmu terlihat pucat..''diah terlihat cemas melihat aku yang begitu lemas dan pucat,bagaimana tidak 2 malam aku kurang tidur dengan penyakitku yang hipotensi dan vertigo,malam waktu sebelum berangkat aku tak bisa tidur karena membayangkan akan sebuah pertemuan yang membahagiakan,dan satu malam lagi tidak bisa tidur mencoba menenangkan perasaan yang hancur,sebegitu cepat 2 kejadian yang bertolak belakang aku alami hhh...."tenang ..aku gak apa2..hanya capek..sudah lama aku tidak berjalan jauh,lagian kan kamu tahu aku suka mabok perjalanan,jadi ini masih terasa pusingnya..."aku mencoba meyakinkan diah bahwa aku baik2 saja."oh ya..aku bawa oleh2 buat teman2..kalau bisa aku ingin mereka datang kesini..biar bisa makan bareng2...masalahnya aku cuma bawa sedikit.gak bisa ngasih satu2..."Siip la..ntar pulang sekolah mereka pasti kesini..mereka juga pasti sudah kangen..."
Setelah diah pergi,aku mencoba mendamaikan hatiku dengan keadaan,pertemuanku dengan rahmat dan debby tidak mungkin aku hindari,sejauh mana aku menghindar kenyataan sudah ada didepan mata,aku tidak bisa marah,tidak ada yang salah,kalaupun saat ini hatiku sakit itu lebih karena ketertutupanku selama ini,terlambat memang....tadinya rencanaku setiba dikota bandung sekarang ini aku ingin memberitahu teman2 akan status hubunganku dengan rahmat..tetapi yang aku dapati kenyataannya jauh berbeda,aku bukan lagi merahasiakannya tetapi juga harus menguburnya dalam2 kisah cintaku.
Sepanjang siang itu aku berbenah tepatnya menata hati,biar saat aku berhadapan langsung dengan rahmat dan debby aku tidak salah sikap atau salah ucap,aku tak ingin apa yang telah terjadi akan memutuskan persahabatanku dengan debby yang sudah terjalin sejak kami masih kanak2...yah Tuhan..aku ingin menjadi orang yang tegar dan bijak...Surat itu akhirnya aku masukkan lagi kedalam tas pakaianku,sudah kadaluarsa tak perlu dibuka apalagi dibaca.Hari sudah semakin sore,akupun semakin gelisah sebentar lagi aku akan memainkan sebuah sandiwara dengan peran gembira dihadapan teman2ku,tidak ada pilihan lain.
Dari kejauhan sudah terdengar canda dan gelak tawa teman2ku...jantungku semakin berdegup kencang,tanganku gemetar,keringat dingin mulai membasahi punggungku dan itu semakin membuatku bingung"Assalamualaikuuum....dari jauh terdengar suara iyasz dan arien memberi salam,aku mengintip dibalik jendela kamar,iyasz,arien,diah dan debby,dibelakang mereka aku melihat ada zainal,ardi dan rahmat...degup jantungku semakin kencang,berulang kali aku menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri,aku mensuport diriku sendiri..kamu bisa Indah...kamu pasti bisa...aku berbisik dengan diriku sendiri.....hhh sambil menghela nafas panjang dan dengan penuh keyakinan aku balas salam mereka"waalaikumsalam...haiii..iyaz,arien,debby....apaaa kabaar,kangen nih...."aku memeluk mereka satu2,kegembiraanku benar2 asli bukan sandiwara,aku memang kangen sama mereka,aku lupa sejenak dengan kesedihanku,karena mereka sahabat terbaikku."assalamualaikum.."kali ini terdengar suara zainal,ardi dan rahmat,aku sedikit gugup aku tidak bisa berbohong bagaimanapun rahmat telah mengisi relung hatiku,kalaupun kini telah pecah menjadi kepingan2 tapi itu baru saja terhempas,aku belum sempat berbenah kepingan2 itu masih berserakan masih menusuk sangat terasa sakit...ya Tuhan...lagi2 aku meminta kekuatanNya jangan biarkan hambaMu ini menjadi lemah hanya untuk sebuah cinta yang terhempas,tak ingin aku menatap matanya,itu akan membuat aku lemah''apa kabar rahmat.."aku menyapanya dengan suara sedikit tersendat dan menyalaminya mencoba bersikap wajar."wah..wah...salamannya resmi amat,seperti lagi kondangan.."Ardi nyeletuk dan semua pada tertawa...dan terselamatkanlah aku dari kekakuan suasana.Sekilas aku sempat melihat tatapan cemburu dimata debby,dan ada tatapan rindu sekaligus rasa bersalah dimata rahmat....ya Tuhan aku tidak ingin terjebak dalam situasi dimana aku tidak bisa memilih.Aku hanya mampu menjalani apa yang sudah ada dihadapanku,pahit memang...sakit tak terkatakan...menjadi orang yang kalah dan tersingkirkan.Sedapat mungkin aku menghindari tatapan debby maupun rahmat,dan waktu berjalan terasa sangat lamban,aku ingin segera keluar dan terbebas dari situasi ini..adakah yang peduli??sandiwarapun akhirnya aku jalani dengan perasaan yang tercabik cabik,tawa semu...aku berhasil dengan peranku tidak ada yang tahu kehancuran yang aku rasakan...kecuali tentu saja rahmat dan mungkin juga debby...semua telah berakhir..game over dengan kekalahan yang sangat telak...dan sorepun menjadi suram...malam menjelang bintang2pun ikut menghilang dan aku menyendiri bersamaan dengan harapan yang telah terhempas.
Pagi2 aku sudah bangun dan bersiap siap pergi,diah sedikit heran saat melihatku sudah rapi padahal hari masih menunjukan pukul 6 pagi"lho..indah..masih pagi lho..emang mau kemana?Aku hanya bisa tersenyum,bagaimana mungkin aku bisa berterus terang dengan segala kekecewaanku,karena itu menyangkut sahabat kami sendiri..."aku sudah janji sama tety,mau jalan2 sekalian mau ngelamar pekerjaan,katanya ada lowongan di apotik temannya.."aku menjawab sekenanya saja,sebenarya tidak ada janji sama tety...aahh...maafkan aku telah berbohong.
Hampir setengah jam aku berdiri dipinggir jalan,entah sudah berapa angkot berhenti dan menawarkan jasanya,dan akupun entah sudah berpuluh kali menggelengkan kepala tanda tidak berminat untuk menumpang,aku tidak tahu dengan tujuanku,aku bingung semua terjadi diluar rencana aku kehilangan arah.Apa yang mesti aku lakukan sepagi ini,perutku terasa sakit..yaa..aku harus sarapan dulu,dengan keadaan yang hipotensi dan anemia aku tidak boleh melupakan sarapan,bisa2 aku pingsan karena kekurangan pasokan oksigen di kepala(hypoxia) yang akan memperparah keadaan.Setelah sarapan 1 piring kupat tahu dikantin dekat perpustakaan kampus,aku masuki halaman sekolah...masih sepi..karena kegiatan belajar biasanya baru dimulai jam 10 sampai jam 17 sore hari...3 tahun aku berada di lingkungan ini,ada banyak kenangan,lebih banyak kenakalan yang aku perbuat..aku hanya bisa tersenyum saat memandang tanaman kejibeling(stachytarpheta mutabilis)tanaman yang juga berkhasiat sebagai obat tumor,dibetes melitus,ambein,lever,kolesterol,maag,yang berjejer dihalaman depan kelas,temanku arien pernah memasukkan daun kejibeling ke dalam sepatu pak Arya,guru kimia analis,guru fisika farmasi,guru ilmu resep,guru praktikum dan sekaligus wali kelas 3..hhh...selama aku dikelas 3 tiada hari tanpa kehadiran beliau,hampir semua pelajaran penting dikelas 3 dipegangnya..meskipun cara mengajarnya bagus,aku dan"gang"ku kurang suka dengan pak arya yang kami anggap terlalu pilih kasih dalam memberi perhatian kepada murid2nya,perhatiannya hanya tertuju pada murid2 yang cantik2 dan manja,meskipun demikian dalam nilai2 mata pelajaran kelompokku tak kalah bagusnya dengan mereka2 yang sengaja diberi les sama beliau,dan itu bisa membuat aku dan kelompokku semakin kurang respek pada beliau...tetapi belakangan aku baru sadar ternyata aku keliru menilainya,ternyata beliau juga sangat memperhatikan aku,terbukti saat aku sedang melaksanakan ujian praktikum yang begitu sangat ditakutkan semua murid2 farmasi,beliau selalu berusaha mendekatiku saat terlihat aku sedang kesulitan dan mencuri kesempatan mengajariku,pada saat ujian praktikum kami diawasi oleh guru sekolah farmasi lain dan orang dari Depkes,sedangkan aku meskipun nilai ujian mata pelajaran khususku cukup memuaskan,tetapi aku menemui kendala dalam ujian praktikum karena satu semester aku sering bolos kalaupun aku masuk semua serba asal2an kalau sedang ada responsi dan praktikum,dan akibatnya sangat terasa sekali sewaktu aku mengikuti ujian praktikum,aku begitu gugup menghadapi 3 buah resep yang diuji..hhh...dan pada saat itu pak arya adalah penyelamatku...
Sore itu saat jam istirahat ke2 akan berakhir,dari arah mushola sekolah terdengar kehebohan,saat pak arya mau memakai sepatu setelah sholat ashar didalam sepatunya penuh dengan daun kejibeling,aku,rosa dan iyaz tidak kuat menahan tawa,tawa kamipun meledak sambil buru2 masuk kelas dan bisa dipastikan pak arya bakal marah besar"rasain..dikerjain tuh....''arien nyeletuk sambil senyum2"siapa ya kira2 yang nekad dan berani iseng sama pak arya''linda yang masih satu"gang"tidak dapat menahan rasa penasarannya melihat kami masih dengan sisa tawa melenggang ringan masuk kelas tanpa beban tanpa rasa bersalah,tidak seperti anak yang lain yang kelihatan tegang...hhh..kenakalan kelompokku yang sedikit keterlaluan.
."eh..neng indah...kumaha damang,kerja dimana neng..?"pak rasim penjaga sekolah menegur mengagetkanku"eh..bapak..Alhamdulillah sae' pak..belum kerja...!"itu neng dipapan pengumuman ada permintaan asisten dari apotik2...ngelamar saja atuh...."oh ya..hatur nuhun ya pak''aku segera mendekati papan pengumuman,dan benar saja ada beberapa permintaan dari apotik akan kebutuhan tenaga asisten apoteker,aku baca satu2...aku tetarik pada satu apotik yang jauh dari kota bandung...yaa...kota Serang..Aku segera pergi dan mencari alamat yang tertulis,aku sudah tidak sabar lagi,ingin segera meninggalkan kota bandung dan melupakan cintaku yang telah berantakan,untuk sementara ini aku tidak sanggup bertemu dengan rahmat dan debby....pastinya akan serba salah dan yang pastinya akan menyakitkan.
Sore itu juga aku siap2 berangkat ke kota serang,kota yang tidak aku kenal sama sekali sebelumnya,tetapi aku yakin dengan keberadaanku dikota serang akan dapat melupakan rahmat dengan segala kenangan yang pernah aku alami.Walaupun ada sedikit keraguan,aku coba tepis dengan semangat dan harapan aku akan banyak menemukan pengalaman2 baru.Beruntung sekali pemilik apotik,pak rasyid namanya sangat ramah,sepanjang perjalanan tak putusnya ngobrol diselingi canda...begitu aku tiba dikediaman pak Rasyid aku disambut dengan hangat,aku seperti menemukan keluarga baru,istri dan juga anak2 beliau cepat akrab denganku,dan itu telah membuatku merasa betah dan mulai bisa menata hati,melupakan kesedihanku....
Kini kenangan akan cerita cinta itu tidak lagi meninggalkan rasa sakit dan kecewa semuanya telah lama terkubur dalam pusaran waktu ...sms dari rahmat yang mengabarkan bahwa dia dan keluarganya dalam keadaan baik dan bahagia dan berjanji akan datang berkunjung ke kotaku membuatku turut merasakan kebahagiaan,ternyata tali silahturahmi itu tidak pernah terputus....
Ada banyak pelajaran yang dapat aku ambil dari cerita cinta itu,betapa aku terlalu menganggap sepele arti sebuah perhatian,perhatian rahmat yang begitu besar kepadaku aku biarkan dalam penantian yang tidak berujung,surat curahan hatinya terlambat aku balas yang sampai detik ini tidak pernah dia tahu betapa surat balasan itu telah aku tulis dengan segenap perasaanku tetapi tak pernah sampai ke tangannya,aku tidak pernah menyalahkannya yang telah berpaling,juga tidak pernah menyalahkan debby yang telah mengggantikan kekosongan hati rahmat,semuanya adalah karena aku tidak dapat memahami dan memaknai setiap kejadian,aku hanya berdiri pada tempatku sendiri tanpa pernah melihat ada banyak ruang disekelilingku yang mungkin juga sama menderitanya dengan perasaanku....Suatu hubungan tidak akan bisa berjalan tanpa ada komunikasi yang baik...kini aku paham cinta adalah perasaan tetapi cinta juga perlu untuk diungkapkan lewat perkataan dan perbuatan....sahabatku pernah menulis kata2 yang bijak tentang cinta...."Jangan Salahkan cinta...karena itu juga adalah berkah dari Allah SWT,biar dia meresap kedalam relung jiwa,kalau memang itu tempatnya dia akan bersemayam selamanya tetapi kalau bukan itu tempatnya suatu saat akan sirna tanpa bekas....yaah....kini rasa cinta dan sakit hatiku telah lama sirna seiring berlalunya waktu...tapi tali silahturahmi ini akan jaga selamanya.....(Bumi Siliwangi negla hilir 22A...antara kamu,aku dan sahabatku....miss u....)
Selasa, 31 Juli 2012
Minggu, 29 Juli 2012
Pengharapan Dipenghujung Penantian....
Siang ini begitu menyengat,peluhpun luruh,ditimpali kencangnya angin musim kemarau,diam terasa kering...sungguh tak bisa dimengerti apakah ini musim kemarau atau bukan...semua seperti samar2 tak lagi bisa dipahami...ada banyak peristiwa yang memang sulit untuk dimengerti tapi tetap harus dijalani...keraguan yang selalu merayu dan ketakutanku akan sebuah kenyataan telah mengacaukan jalan pikiranku...kejujuran..perasaan...telah membuatku terhimpit dalam ketak berdayaan...terasa dekat tapi tak bisa aku dekap...Perlukah ada penyesalan dengan memunguti kata2 yang telah terserak,tak beraturan,terabaikan..seperti tak terbaca,juga tak teraba,mungkin juga terlupakan..dan kejujuran itu telah aku uraikan satu2 perlahan dengan keyakinan tetapi itupun berlalu tanpa makna...lantas mampukah suara hati menipu disaat catatanku penuh dengan namamu???Cuaca panas ini telah mengacaukan jalan pikiranku..hhh...tak baik berprasangka apalagi itu buruk adanya...aku bukan siapa2,dia bebas dengan pilihannya,,,kalau tiba2 ada rasa sedih dan gundah itu semakin membuatku sadar ternyata aku telah jauh tertinggal dan waktupun tak pernah mau menunggu...aku harus sejenak berhenti karena aku tak ingin merangkai cerita dengan keraguan setengah hati....
Lantas dikeheningan dan senyapnya malam,dia singgah untuk berbagi,menemani malam menemui pagi,membalut luka hati yang tidak tahu sebabnya apa..Saat kusendiri tapi aku menikmati sepi..ruangan dan dinding itu adalah saksi kejujuran hati,tetesan airmata bukan lagi berarti sedih dan gundah juga bukan karena ketakberdayaan tapi tetesan pengharapan...berharap senyum damai diseberang sana mau menuntunku,menguatkanku melepas lelah dan penatku..kuigin hadir disana bersama kasih yang menemani....
Suara gaduh diluar sana tak ingin aku hiraukan,aku akan terus berjalan dengan keyakinan,akan aku singkirkan segala keraguan hingga mencapai titik akhir waku...karena itu kepastian....
Siang kini mulai meredup....kicauan burung2 pertanda senja akan tiba..mataharipun saatnya tuk kembali kepelukan bumi...dan pengharapan ini akan aku bawa bersamanya...melewati malam meniti mimpi2...untuk esoknya membuka hari...bersama datangnya sinar mentari dan indahnya sebuah kebersamaan.....SEMOGA....(Tanjong Pandan..29072012)
Langganan:
Komentar (Atom)

