Tak terasa sekarang sudah memasuki tahun 2012...hhhh...dulu gak bisa terbayangkan bagaimana aku ditahun ini...begitu banyak mimpi,hayalan dan keinginan...tapi nyatanya sekarang aku ada disini di kota kelahiranku dan meninggalkan kota Bandung dengan segala kenangannya,apa yang telah ,sedang dan akan terjadi tak lepas dari takdir yang telah tersurat....aku mencoba tuk selalu bersyukur atas apa yang telah aku lalui apapun itu...seperti sekarang aku bisa berkumpul kembali bersama keluarga ...terutama bisa jalan bareng lagi sama kamu...hehehe.. "Indah membuka percakapan sore itu dengan sahabatnya Sinta sambil menikmati sepiring singkong goreng diteras rumahnya."yuup..betul...hidup jika kita pandai bersyukur akan terasa nikmat dan mudah...seperti sekarang ini singkong goreng terasa nikmat sekali jika kita mau bersyukur bisa ada dihadapan kita padahal kita tahu untuk mendapatkan singkong goreng ini butuh waktu dan perjuangan hahaha..."Sinta dan Indah tertawa berbarengan"betul..betul..betul...bayangkan kalau baru mau menanam pohon singkong kita harus menunggu berapa bulan..capek deeh...kalau sekarang kita tinggal makannya tapi kita tidak bersyukur dan tidak berterima kasih sama orang yang menanam,yang menjual,yang menggorengnya,dan yang menghidangkannya dihadapan kita ini wah..wah..keterlaluan kali yaa....hehehe..bundaaa... terima kasih singkong gorengnya.."Indah sedikit berteriak biar didengar bundanya yang lagi di dapur."hhmm....nikmatnya hidup bersama sepiring singkong goreng dan secangkir teh manis hangat...ditemani oleh hati yang penuh cinta kasih,disuatu senja yang menyemburatkan sinar kedamaian,tuk menyambut datangnya mimpi2 dan harapan diesok hari ouwhh....ssrrrrpp...."Indah menghirup teh manisnya dengan penuh perasaan"hahaha....norak...lebayy...."sinta tak kuat menahan tawanya melihat gaya Indah bak seorang model iklan teh di stasiun TV."qiqiqiqik....baru tau yaa...aku seorang model...hhhh..kalau sore2 begini aku suka ingat dengan sahabat2ku waktu aku masih tinggal di Bandung dulu....Indah memulai ceritanya."kamu pasti kenal dong..sama Diah,semenjak kau pulang duluan ke sini,teman akrabku hanya Diah,dari masih sekolah sampai kita sudah sama2 kerja gak pernah berpisah,kost ditempat yang sama,kita berpisah setelah Diah menikah dengan Deddy...banyak kenangannya..kalau kebetulan aku mampir ke rumahnya yang jadi topik pembicaraan selalu kisah kami saat masih tinggal sama2..semuanya jadi terlihat lucu meskipun kadang kenangan yang tadinya kurang menyenangkan...hhh...aku jadi kangen sama Diah...."mata Indah terlihat berkaca kaca,rasa kangen tiba2 menyergap perasaannya.Pikirannya melayang dan berputar pada kenangan beberapa tahun silam.
Waktu itu Diah dan Indah harus mencari rumah kontrakan baru karena rumah yang sekarang mereka tempati sudah tidak dikontrakkan lagi karena mau dipakai sama anaknya yang baru menikah begitu alasan pak Asep.Sebenarnya mereka sudah betah tinggal disitu,karena tetangga kiri kanan juga sama2 orang perantauan yang sangat mengerti dengan keadaan mereka yang suka kumpul2 dan menjadikan rumah mereka sebagai posko tempat nongkrong teman2nya.Ternyata tidak mudah mencari rumah kontrakkan yang sesuai dengan kondisi keuangan dan juga kebiasaan mereka yang suka kumpul2.Ada kejadian lucu dan sedikit nakal sekaligus memalukan sewaktu mereka mencari tempat tinggal,waktu itu Indah dan Diah sudah senang sekali mendapat rumah/paviliun yang masih satu pagar dengan kamar2 kost yang penghuninya semua cowok anak2 kedokteran Unpad,waaw..keren banget...waktu mereka melihat lihat kondisi paviliun dan deal harga sama bapak Yudi yang punya rumah,para penghuni kost itu terlihat sangat ramah dan mereka sempat ngobrol,wuuii..siapa yang gak akan senang bertetangga dengan cowok2 keren dan calon dokter pula begitu pikiran Diah dan Indah saat itu.Untuk jangan sampai paviliun itu jatuh ketangan orang lain mereka sudah panjar setengah dari harga dan berencana melunasinya pada saat akan ditempati 2 minggu lagi.Tetapi emang dasar bukan rejeki,pada saat mereka datang lagi mau melunasi pembayaran sewa paviliun tersebut betapa kagetnya ternyata yang jaga kontrakkan/kost tersebut seorang nenek2 yang berumur sekitar 70 tahun,yang belum apa2 sudah memberitahukan aturan2 yang salah satu poinnya mau menjaga ketenangan dan ketertiban dan hanya boleh menerima tamu sampai jam 9 malam...OMG...kiamat daah...hahahaha...mana mungkin dan mana tahan,akhirnya mereka membatalkan dengan alasan uangnya mau dipakai dulu buat pulang kampung karena ada keluarga yang sedang sakit(kebetulan saat itu ada kabar bahwa kakak Diah lagi sakit,meskipun cuma sakit biasa saja)...dengan memasang muka sedih dan sedikit berbohong Diah dan Indah menghadap pak Yudi untuk membatalkan sewa dan memohon uang yang sudah dipanjar bisa dikembalikan lagi,dan akting mereka cukup berhasil,pak yudi mengembalikan semua uang panjar mereka...hhhh....maafkan kami pak Yudi...tidak ada jalan dan alasan lain yang pantas untuk membatalkan sewa,rasanya sangat tidak mungkin kami mau jujur akan keberatan kami atas aturan2 dan keberadaan nenek itu...benar2 gilaaa...Diah dan Indah bisa melakukan hal seperti itu berbohong dihadapan orangtua seperti pak yudi..hhh apa boleh buat....dan hari itu juga mereka mencari lagi kontrakkan yang baru,akhirnya karena batas waktu yang sempit mereka sepakat untuk menyewa sebuah rumah yang terdiri dari kamar2,belum seluruhnya selesai dibangun,baru 3 kamar yang siap huni dari 5 kamar yang akan dikostkan.Untuk menghemat biaya Indah dan diah mengambil satu kamar saja untuk ditempati berdua dan mereka sepakat mengambil kamar paling depan.Yang punya rumah kebetulan Pak RT dilingkungan situ jadi Indah dan Diah tidak perlu repot2 lagi melapor atau mengurus surat pindah.Ditempat yang baru suasananya jauh berbeda dengan tempat yang terakhir mereka tinggal,disini lingkungannya sangat teratur,tenang,jarang terdengar suara berisik,sangat asri setiap rumah banyak tanaman2 hias,rumah kost mereka berhadapan dengan rumah seorang dokter yang rumahnya selalu terlihat sepi seperti tidak ada penghuninya,hanya tukang kebun yang mengurus taman dan halaman rumah yang sering terlihat,disebelahnya lagi rumah pak RW juga terlihat sepi karena anak2nya sedang menuntut ilmu di Yogyakarta,tetangga sebelah kanan meskipun anaknya masih pada kuliah tapi mereka tidak pernah terlihat nongkrong2 sama teman2nya,dan yang disebelah kiri,rumah pak RT yang punya rumah,anaknya masih kecil umur 3tahun sama bayi 5 bulan,betul2 lingkungan yang pas buat orang yang ingin ketenangan.Untuk ukuran mereka sebenarnya agak kurang cocok tinggal dilingkungan seperti itu tapi apa boleh buat waktu sudah sangat sempit.
Seminggu mereka menempati rumah itu belum satupun teman2 mereka yang datang karena memang tidak ada yang tahu akan kepindahan mereka,dan mulai terasa jenuh...hiburan mereka hanya sebuah TV 14 inch dan sebuah radio kecil,terasa sepi apalagi dirumah itu masih ada 3 kamar lagi yang kosong dan terlihat gelap.
"gimana kalau kita telepon Arman dan kawan2,kasih tahu kalau kita udah pindah kesini..."Diah memecah keheningan malam saat mereka berdua nonton TV dikamar."siiip...gimana kalau besok sore..kangen juga sama mereka udah lebih 2 minggu gak ada kabarnya.."Indah langsung menyambut setuju usul Diah."ntar aku yang telepon dari tempat kerjaku....siiip.."
Malam itu sesudah magrib....dari pintu belakang muncullah Arman,Aryo dan Alvin...dengan senyum yang sumringah..Diah dan Indahpun menyambut mereka dengan hangatnya "waah...hebat..udah kaya yaah..bisa ngontrak rumah yang gede di lingkungan yang asri begini..."Arman membuka pembicaraan."huuz...kita cuma nyewa satu kamar aja...yang lain sih bukan,tapi kamar sebelah yang belum ada jendela tuh..sementara kita pakai dulu buat nyimpan barang2... lumayan..."Diah menerangkan."heeiii...siapa2 nih...bawa pasukan rupanya ya..hehehe..."Indah sedikit kaget karena ternyata dibelakang masih ada beberapa cowok lagi yang wajahnya baru Indah lihat"Oh..ya..nihh kenalin teman2 satu asrama kita ajak gabung,biar tambah ramai dan seru..!!Arman yang rupanya diangkat sebagai ketua rombongan mulai memperkenalkan teman2nya."jangan kwatir mereka udah diseleksi dan memenuhi syarat untuk bergabung hahahaha...''Alvin dan Aryo menimpali dan mempertegas omongan Arman sambil tertawa...yaah..Arman dan Aryo sudah lebih satu tahun bersahabat dengan Diah dan Indah,sedangkan Alvin sendiri sewaktu masih di kampungpun mereka sudah kenal dan akrab."ini...Irwan,Rafli,Riki,Inan dan jay.."masuk..masuk...mari..mari..silahkan...silahkan duduk ambil posisi masing2...hihihihi.."Indah sedikit bercanda sambil mempersilahkan sahabat barunya masuk,dan ruang tamu yang tidak terlalu luas itupun jadi terlihat semakin sempit..tapi tidak dengan hati dan perasaan mereka,yang diliputi rasa kegembiraan,keceriaan,canda dan tawa semua terasa luas melebihi luasnya stadion bola dan keakraban itupun begitu mudah terjalin. "heii...buat yang baru bergabung ayoo...sini 2 orang ikut ke dapur bikin minuman,yang beli makanan kamu aja yah Ind sama Alvin dan Aryo "Diah mulai mengatur tugas...Malam itu adalah awal dari keakraban mereka,persahabatan yang didasari dari ketulusan untuk saling berbagi dan menghargai.Dan di hari2 selanjutnya ada banyak terangkai rasa dan cerita....karena kehidupan tidak lepas dari sekumpulan rasa yang akan mempengaruhi hati,jiwa dan tingkah laku...rasa suka,gembira,bahagia,rasa sedih,duka,gundah,rasa kasih,sayang,cinta,rasa sakit,benci dan amarah....Tapi di persahabatan mereka semuanya terasa manis,jalinan rasa yang erat mengalahkan segala kesedihan,rasa keakuan,tidak ada yang merasa lebih dan juga tidak ada yang merasa rendah saling menguatkan,disaat mata menangis karena sedih tangan akan menghapus air mata dan disaat tangan sakit karena luka maka mata akan menangis merasakannya.....mungkin seperti itu kedekatan persahabatan mereka.
Siang itu Diah mendapat ole2 beras ketan dari temannya yang baru pulang dari Garut,dibenaknya sudah terencana mau mengajak sahabat2nya makan ketan bersama sama dan sepulangnya dari tempat kerja Diah menjemput Indah dan mereka bersama sama mampir kepasar Sederhana muat membeli kelapa,dan juga singkong buat nanti dimakan saat kumpul2."aku tadi sudah telepon Arman cs katanya nanti sekitar jam 4 sore mereka mau datang...aku juga sudah bilang mau masak ketan dan singkong goreng.."belum selesai Diah bicara Indah sudah memotong"heeii...bukannya kita berdua gak tahu cara masak ketan..waah..bisa gagal lagi seperti bikin bubur KB(bubur biji salak) kemaren hiihiihii...."Indah jadi tertawa membayangkan waktu gagal bikin bubur yang tentu saja jadi bahan ledekan dan tertawaan mereka semua."tenaaang...aku sudah bilang,rafli yang bakal jadi juru masaknya...kau tahu kan dia pintar masak..hehehe...kita cukup duduk manis saja dan sambil menunggu mereka masak kita bisa main kartu hahaha...."Sudah jadi kebiasaan mereka kalau lagi kumpul2 suka main kartu,dilaci meja Diah selalu ada tersimpan 2 jenis kartu,kartu remi dan kartu domino bahkan Diah dan Indah kadang ikut main dan jadi pasangan yang kompak dalam permainan gaple(bhaaaa...cewek2 main gaple hahaha...) dan mereka punya kode2 tertentu yang sudah disepakati kalau lagi bermain sehingga tidak jarang mereka sering memenangkan permainan hiihihii...sssttt..ini rahasia mereka berdua.Benar saja sekitar jam 4 sore mereka datang kali ini lengkap semuanya,dan sudah bisa dipastikan suasana yang ada sangat ramai dengan gelak tawa,saling ledek,mengeluarkan cerita dan kejadian lucu yang terjadi dalam persahabatan mereka dan suasana sudah seperti dipasar saja.Semua berkumpul didekat dapur,Riki dan Inan bertengger di tangga menuju tempat jemuran baju,sedangkan Aryo gak mau kalah bertengger d jendela kamar yang belum dipasang kacanya,wawan dan Jai nongkrong di depan pintu kamar mandi,Arman,Alvin,bandi,Diah dan Indah mengelilingi taman kecil depan dapur yang hanya tumbuh satu pohon jambu biji cangkokan yang masih baru ditanam,sedangkan Rafli menjadi juru masak dan Irwan sebagai asistennya sibuk didapur menyiapkan ketan dan singkong goreng.Bukan Irwan namanya kalau dia tidak bisa membuat semua tertawa,gayanya yang kocak dengan lap dipundaknya dia menirukan bagaimana seorang asisten chef hotel ternama sedang beraksi,dan kocaknya lagi rafli yang juga dengan sebuah serbet dipundak bergaya sebagai seorang chef kondang yang lagi demo masak didepan kamera TV sambil bernyanyi apalagi kalau bukan lagu dangdut yang merupakan jenis musik favoritnya,sudah bukan rahasia lagi rafli adalah dangdut dan dangdut adalah rafli,tawapun tidak dapat ditahan lagi,Alvin dan Aryo ikut meramaikan suasana dengan bergaya sebagai seorang crew TV yang lagi meliput acara dan...suasanapun sudah tidak terkendali lagi.Diah sampai berlari ke kamar mandi hampir pipis dicelana tidak tahan lagi tertawa melihat kekonyolan teman2nya."buat ibu Diah dan Ibu Indah begini caranya mengolah beras ketan sehingga menjadi makanan yang enak dan menarik,jangan sampai terjadi lagi kegagalan seperti bubur KB kemarin yaa..."huahahahaha...semua pada tertawa terbahak bahak melihat gaya Irwan dan rafli memperagakan cara memasak ketan dan suasanapun sudah tidak terkendali,tidak ingat waktu dan tempat.Tiba tiba saja ada teriakan yang keras berasal dari samping rumah....."woooiiiii....berisiiiikkk...jangan ribut...disini ada bayi...sudah magrib...ini bukan di hutaaaannnnn....."rrrppp...seketika mereka berhenti tertawa..Inan dan riki yang lagi bertengger ditangga langsung loncat..rafli dan irwan buru2 membereskan makanan yang sudah jadi dan membawanya kedalam rumah yang lainnya Alvin,arman,wawan,jai,bandi seperti sepakat sontak berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,sambil saling pandang2an dan senyum2 menahan tawa,sebisanya mereka bicara sambil berbisik''wooiii jangan berisik ini bukan dihutan....qiqiqiqik....Irwan masih juga melucu.Tidak sampai 10 menit mereka sudah siap berbaris membentuk shaf mau melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan imamnya Rafli yang memang punya basic agama yang bagus.Entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang baru saja dimarahin sama yang punya rumah sekaligus pak RT tapi yang terlihat saat itu mereka begitu khusuk sholatnya,dan tanpa komando lagi Diah mengeluarkan 2 buah Alqur'an dan terdengarlah alunan bacaan surat Al-baqarah dari mulut mereka dipimpin oleh Rafli,terdengar begitu merdu dan indah seperti anak pondok pesantren yang lagi mengaji sangat berbalik dengan keadaan mereka tadi sebelumnya,selesai mengaji mereka makan ketan dan singkong goreng sama2 dan mencoba untuk sedikit tertib,tetapi keadaan tetap saja kembali seperti semula mulai ramai lagi meski tidak seheboh yang tadi sore,dan bicaranyapun dengan berbisik bisik tapi justru terlihat semakin konyol,sssttt...ini bukan dihutan yaaa....Diah sampai sakit perut menahan ketawa...hhhh....Malam terus berlanjut keakraban semakin terasa mengikat.....dan...satu kenangan telah tergores dengan warna indah membentuk lukisan suatu perjalanan diatas kanvas persahabatan.....Indah mengakhiri ceritanya masih dengan senyum dan mata sedikit berkaca kaca,Indah rindu dengan sahabat2nya itu....senja kini mulai pergi,dan malam sebentar lagi menghampiri...begitulah semua berjalan pada garis takdirNya.. (bersambung......)
Catatan ini aku buat dari potongan2 mozaik yang tercecer di jalan Sukajadi gg asli Bandung...kilasan bayangan yang tertangkap dan aku tuangkan dalam bentuk tulisan,kalaupun ada kenangan yang tertangkap disana jadikanlah itu sebagai kenangan yang terindah antara aku,kamu,dia dan mereka.....Sahabat..dimanapun kini kalian berada...percayalah kalian adalah perhiasan berharga yang aku punya...miss u.....21012012
Sabtu, 21 Januari 2012
Sabtu, 07 Januari 2012
Sepotong Cerita,Cinta dan doa....
Hari jumat kemarin hari yang sibuk sekali,dari pagi bahkan dari subuh dan sampai sore pekerjaan tiada habis2nya...aku selalu berusaha untuk ikhlas menjalani dan mencintai pekerjaan...karena sesuatu yang dikerjakan dengan perasaan cinta & keiklasan akan terasa ringan & mudah,terlebih lagi seperti yang pernah aku baca dalam tulisan seorang ustad yang mengatakan lelah yang mendapat ridho dan barokah salah satunya adalah lelah ketika sedang mencari rejeki yang halal...berapapun hasil yang didapat seutuhnya adalah hak Sang Pencipta yang harus disyukuri.Sore itu saat aku mau menutup warungku,ponselku berbunyi...ternyata telpon dari sahabatku tavip,yaah...aku dengan tavip sudah bersahabat sejak lama,selain terhitung masih tetangga dia juga teman satu SMP dan teman nongkrong(minjam istilah ABG sekarang)sewaktu kami masih di Bandung dan sampai sekarang silahturahmi itu masih tetap terjaga dengan baik,dan tavip salah satu sahabat terbaik yang aku punya saat ini,kadang topik kelakar kami hal2 yang tidak penting tapi selalu mengundang tawa yang dapat melupakan sejenak rasa penat,mungkin itu salah satu alasan yang membuat persahabatan kami awet,meskipun kadang ada juga hal2 yang serius dan sedikit pribadi(buat tavip dak pape ye persahabatan kite aku utarakan dicatatan ini).Seperti sore menjelang magrib kemarin topik pembicaraan sekitar pesanan buah durian(dak penting banget) hehehe...tapi ternyata bukan hanya perihal durian,tavip pun memberi kabar tentang adanya ucapan selamat ultah buat pak amran yang tak lain adalah abangku sendiri distatus salah seorang anggota group Begalor Ngenangkan Suke.Dan aku sendiri sebenarnya masuk dalam anggota BNS walaupun terus terang aku jarang membukanya,kalau lagi santai baru aku melihat itupun hanya selintas(ngenjungak suat) dan tidak begitu aktif,karena dari sekian banyak anggota mungkin tidak lebih dari 10 orang yang aku kenal secara dekat,mungkin jumlah pertemananku di FBpun tidak sebanyak jumlah anggota BNS dan aku termasuk orang yang sulit untuk memulai suatu keakraban istilah anak sekarang aku orangnya gak gaul.(mungkin??)"buka FB gak hari ini"gak tuuh...gak sempat"cube kau buka FB dan di BNS ade ucapan ultah buat pak bek(adalah panggilan buat pak amran dilingkungan keluarga & tetangga kami)..benar ke pak bek ulang taun?aku sempat kaget karena aku sendiri tidak tau secara persis tanggal dan tahun kelahiran beliau,yang aku tahu hanya bulan Januari saja..yaah.. terus terang aku dengan beliau tidak dekat,selain jarak usia kami yang jauh(beliau anak pertama dan aku sendiri anak ke 8 dari 9 bersaudara) juga jarangnya ada kontak dan komunikasi dengan beliau,saat beliau sudah menjadi guru SPG dan Smansa diTanjung Pandan,aku masih sekolah SD di Gantong...hanya saat aku sekolah SMP di Tanjong Pandan kami baru bersama sama dan setelah itu aku sendiri lebih banyak beredar di kota Bandung.
Malam itu aku tidur dirumah kakak di pilang karena besok hari Sabtu kami berencana mau pergi kundangan ke Gantong saudara sepupu yang mau nikah,dan disana aku membuka FB dan mencari status yang memuat ucapan selamat ultah buat pak bek,aku suruh keponakanku untuk membacanya keras2 karena aku sangat yakin pasti komentar yang masuk akan lucu(??!!)sekali....keponakanku membacanya keras2 diselingi senyum dan tawa tertahan....tetapi aku juga menangkap ada sinar kesedihan dimatanya,aku tidak tahu apa yang dirasakannya saat itu,yang aku tahu aku merasa bersalah telah menyuruhnya membaca,yang mungkin baginya sesuatu yang tidak nyaman.Aku lupa...dia bukan aku yang mampu menyaring dan memisahkan antara keseriusan dan sekedar canda & keisengan,dan aku juga lupa dia bukan aku yang usianya sudah tidak muda lagi dengan pengalaman hidup yang sudah beraneka warna bentuk dan rasa.Pernah suatu hari waktu aku baru datang dari Bandung dan mau nginap ke rumah kakak di Manggar,aku ditemani saudara yang waktu itu membawa barang yang cukup banyak maka demi keselamatan kami tidak menggunakan sepeda motor tapi menumpang mobil/bis( tambangan).Diterminal saat menunggu bis datang ada bapak2 ngajak kami ngobrol lumayan humoris orangnya membuat suasana menunggu jadi lebih santai,sedang asyik kelakar ngalor ngidul lewatlah pak amran dengan sepeda motornya dengan kecepatan yang sangat pelan 20km/jam(dan itu sudah menjadi kebiasaannya),dan saudaraku mencolek pinggangku sambil menunjuk "tuuh..liat pak bek lewat"rupanya bapak itu mendengar dan melihat"ohh...itu sih pak amran guru saya waktu sekolah di SPG...walaupun dia guru tapi kami berteman,beliau itu..bla..bla..bla.."bapak itu terus nyerocos menceritakan tentang pak amran sisi baik dan buruknya tanpa filter lagi mungkin dia tidak tahu orang yang sedang diajaknya ngobrol saat itu adalah saudara kandung pak amran sendiri,aku sampai sakit perut menahan ketawa dan karena melihatku seperti menahan tawa bapak itu nanya"kenal ya dengan pak amran?dan saudaraku tanpa wajah berdosa dan dengan bahasa belitong yang diIndonesiakan langsung nyambar''ukan bedama lagi pak,pasti kenal la..sama pak amran sih.."waah cilaka bapak itu semakin nyerocos lagi cerita bla..blaa..blaa..Aku sudah tidak bisa menahan tawa lagi,untuk meghindari jangan sampai ketahuan yang ujung2nya akan membuat malu bapak itu karena sudah menceritakan(kasarnya menggunjing)didepan saudaranya sendiri aku alihkan pembicaraan mereka ke hal lain meskipun terlihat seperti tidak masuk akal''eeh..itu kelapa kok kecil2 ya.."aku menunjuk pohon kelapa gading yang tumbuh didepan terminal'boleh dimakan gak?"(emang dari jaman dulu yang namanya kelapa gading kecil2 dan bisa dimakan qkqkqk...dalam hati aku tertawa menertawai pertanyaanku yang teramat bodoh dan konyol) dan aku berdoa cepat2lah bis datang jangan sampai bapak itu tahu bahwa kami berdua adalah saudara kandung pak amran.Disini aku bisa menarik pelajaran untuk berhati hati menempatkan situasi,tempat dan dengan siapa kita berkomunikasi dan yang lebih penting lagi untuk tidak menceritakan aib orang lain baik itu benar faktanya apalagi yang belum tentu kebenarannya yang jatuhnya akan menjadi fitnah,seperti situasi dan kejadian yang aku alami.
Sabtu pagi sesuai dengan rencana,kami sudah siap2 mau pergi...dan satu kelemahanku aku tidak tahan naik mobil yang ber AC dan juga tidak tahan bau wangi2an(parfum mobil,juga minyak wangi yang baunya menyengat)...hhhh...bisa2 baru jarak 100 meter aku sudah muntah/mabok...akhirnya aku memilih naik mobil bak terbuka punya keponakanku yang biasa dia pakai buat berdagang(berae) dan duduk dibelakang beralasan tikar berselonjor berangin angin...hahahaha...sangat kampungan,tapi itu lebih baik daripada aku ikut rombongan mobil kakak yang full AC dan bau parfum...tapiii...huueighh..ujung2nya"gak malu,atau gengsi...nih.."aku tertawa mendengar pertanyaan keponakanku''yaah..manusiawi sih...tapi gak pake malu gak pake gengsi asal jangan kau turunkan ditengah para undangan saja nanti,bisa berabe...pas waktu turunnya loncat seperti sapi...hahahaha...."kita jemput pak bek dulu,katanya beliau mau ikut.dengan rombongan kita"
Sudah mencapai perawas aku baru teringat akan ucapan ultah dari perenggu di BNS buat pak bek,"pak bek lahir bulan Januari ya..tanggal berapa sih?"aku ingin memastikan akan kebenaran tanggalnya." tanggal 5 Januari"jawabnya singkat,pak bek memang sangat irit bicara,beliau hanya bisa banyak bicara sama abangku yang nomor 4 dengan yang lain hanya bicara seperlu saja bahkan kalau gak aku tanya beliau gak pernah ngajak aku bicara."ohh..bearti benar..banyak yang ngucapin selamat ultah sama pak bek.."ohh ye...sape..?''aku merasa ada nada ketertarikan dipertanyaannya''kenal jak kan pak rusli m thaisim urang piak aik.."aku mencoba mengingatkan sosok pak rusli"belau itu yang pertame kali ngucapek,trus nok lainne ikut komentar dan ngucapek juak"beeh demane itu..."liwat fesbuk ngucapek e...isak murid pak bek yee..?"aok...mual..mual..aku kenal kan rusli..."banyak bek nok lain e juak..."sape2....'' terdengar antusias...aku pandang wajah tuanya ada sinar kebahagiaan disana...dan...aku tidak sanggup memandangnya,aku tidak tahu apa yang aku rasakan semuanya tiba2 jadi campur aduk rasa sedih,kasihan,rasa bersalah terasa sangat menusuk perasaan..aku ingin menjerit dan pandangan mataku jadi kabur tertutup airmata yang akhirnya tidak bisa kubendung lagi mengalir deras....ucapan dan doa dari mantan2 muridnya yang begitu sederhana mampu membuat binar2 kebahagiaan dimatanya.Aku bacakan satu2 nama2 yang terdapat dilayar ponselku...dengan ucapan2nya yang sebagian sudah aku sensor.."ini dari huzaini biasa dipanggil Jai adiknya pak Sihan...gik kenal ke?kenal...."mansyur mas'ud kenal ke..?tau2...tirza...adhywira..mual ingat...ruslan abdul gani dulu SPG...masri,marli,tavip...dan lain2...hanya sedikit yang dia masih kenal atau ingat,aku orang yang gampang terharu dan menangis,tapi aku gak ingin orang lain tahu aku menangis apalagi tangis kesedihan,kegundahan,juga tangis ketakberdayaan...aku buru2 menghapus airmata dengan ujung kerudungku dan aku alihkan pandanganku ke depan...kuberharap rasa haru dan airmata ini paling tidak bisa menghapus rasa bersalahku yang sering melupakan kehadiran beliau...baik buruknya dia adalah abangku...abang kandungku yang aku hormati dan juga aku sayangi ...tidak ada kesempurnaan didunia ini..Sempurna hanya milik sang Khalik dan juga judul sebuah lagu dari andra & the backbone....tidak ada lagi suara apalagi bicara kami hanya terdiam dengan pikiran masing2 yang ada hanya suara laju mobil kian menderu...semua terlihat seperti berlari menjauh...berkejaran dengan waktu...untuk mencapai arah yang dituju...seperti itulah hidup...berjalan menuju waktu..."bila tiba waktuku kutak ingin seorangpun kan merayu"....haaa...itu baris puisi antara krawang -bekasi karya khairil anwar......kalau karyaku antara Tanjong -Gantong...ada rindu dan cinta yang terpotong hahahaha..GAZEBO(gak zelaz bo..istilah anak muda sekarang)...Tetapi yang jelas aku punya sepotong cinta dan sederetan doa buat abangku...dan buat perenggu,sahabat,adik,kakak,abang yang ada diperteman FB aku pribadi minta maaf..kadang aku lupa perbuatan,lisan juga tulisan yang kuanggap biasa ternyata bisa melukai dan menyakitkan perasaan orang lain,semoga kita termasuk orang2 yang mau memperbaiki diri..juga terima kasih atas segala ucap selamat dan doanya..semoga kita selalu ada dalam ridho dan lindunganNya Amiin.....(07012012)
Malam itu aku tidur dirumah kakak di pilang karena besok hari Sabtu kami berencana mau pergi kundangan ke Gantong saudara sepupu yang mau nikah,dan disana aku membuka FB dan mencari status yang memuat ucapan selamat ultah buat pak bek,aku suruh keponakanku untuk membacanya keras2 karena aku sangat yakin pasti komentar yang masuk akan lucu(??!!)sekali....keponakanku membacanya keras2 diselingi senyum dan tawa tertahan....tetapi aku juga menangkap ada sinar kesedihan dimatanya,aku tidak tahu apa yang dirasakannya saat itu,yang aku tahu aku merasa bersalah telah menyuruhnya membaca,yang mungkin baginya sesuatu yang tidak nyaman.Aku lupa...dia bukan aku yang mampu menyaring dan memisahkan antara keseriusan dan sekedar canda & keisengan,dan aku juga lupa dia bukan aku yang usianya sudah tidak muda lagi dengan pengalaman hidup yang sudah beraneka warna bentuk dan rasa.Pernah suatu hari waktu aku baru datang dari Bandung dan mau nginap ke rumah kakak di Manggar,aku ditemani saudara yang waktu itu membawa barang yang cukup banyak maka demi keselamatan kami tidak menggunakan sepeda motor tapi menumpang mobil/bis( tambangan).Diterminal saat menunggu bis datang ada bapak2 ngajak kami ngobrol lumayan humoris orangnya membuat suasana menunggu jadi lebih santai,sedang asyik kelakar ngalor ngidul lewatlah pak amran dengan sepeda motornya dengan kecepatan yang sangat pelan 20km/jam(dan itu sudah menjadi kebiasaannya),dan saudaraku mencolek pinggangku sambil menunjuk "tuuh..liat pak bek lewat"rupanya bapak itu mendengar dan melihat"ohh...itu sih pak amran guru saya waktu sekolah di SPG...walaupun dia guru tapi kami berteman,beliau itu..bla..bla..bla.."bapak itu terus nyerocos menceritakan tentang pak amran sisi baik dan buruknya tanpa filter lagi mungkin dia tidak tahu orang yang sedang diajaknya ngobrol saat itu adalah saudara kandung pak amran sendiri,aku sampai sakit perut menahan ketawa dan karena melihatku seperti menahan tawa bapak itu nanya"kenal ya dengan pak amran?dan saudaraku tanpa wajah berdosa dan dengan bahasa belitong yang diIndonesiakan langsung nyambar''ukan bedama lagi pak,pasti kenal la..sama pak amran sih.."waah cilaka bapak itu semakin nyerocos lagi cerita bla..blaa..blaa..Aku sudah tidak bisa menahan tawa lagi,untuk meghindari jangan sampai ketahuan yang ujung2nya akan membuat malu bapak itu karena sudah menceritakan(kasarnya menggunjing)didepan saudaranya sendiri aku alihkan pembicaraan mereka ke hal lain meskipun terlihat seperti tidak masuk akal''eeh..itu kelapa kok kecil2 ya.."aku menunjuk pohon kelapa gading yang tumbuh didepan terminal'boleh dimakan gak?"(emang dari jaman dulu yang namanya kelapa gading kecil2 dan bisa dimakan qkqkqk...dalam hati aku tertawa menertawai pertanyaanku yang teramat bodoh dan konyol) dan aku berdoa cepat2lah bis datang jangan sampai bapak itu tahu bahwa kami berdua adalah saudara kandung pak amran.Disini aku bisa menarik pelajaran untuk berhati hati menempatkan situasi,tempat dan dengan siapa kita berkomunikasi dan yang lebih penting lagi untuk tidak menceritakan aib orang lain baik itu benar faktanya apalagi yang belum tentu kebenarannya yang jatuhnya akan menjadi fitnah,seperti situasi dan kejadian yang aku alami.
Sabtu pagi sesuai dengan rencana,kami sudah siap2 mau pergi...dan satu kelemahanku aku tidak tahan naik mobil yang ber AC dan juga tidak tahan bau wangi2an(parfum mobil,juga minyak wangi yang baunya menyengat)...hhhh...bisa2 baru jarak 100 meter aku sudah muntah/mabok...akhirnya aku memilih naik mobil bak terbuka punya keponakanku yang biasa dia pakai buat berdagang(berae) dan duduk dibelakang beralasan tikar berselonjor berangin angin...hahahaha...sangat kampungan,tapi itu lebih baik daripada aku ikut rombongan mobil kakak yang full AC dan bau parfum...tapiii...huueighh..ujung2nya"gak malu,atau gengsi...nih.."aku tertawa mendengar pertanyaan keponakanku''yaah..manusiawi sih...tapi gak pake malu gak pake gengsi asal jangan kau turunkan ditengah para undangan saja nanti,bisa berabe...pas waktu turunnya loncat seperti sapi...hahahaha...."kita jemput pak bek dulu,katanya beliau mau ikut.dengan rombongan kita"
Sudah mencapai perawas aku baru teringat akan ucapan ultah dari perenggu di BNS buat pak bek,"pak bek lahir bulan Januari ya..tanggal berapa sih?"aku ingin memastikan akan kebenaran tanggalnya." tanggal 5 Januari"jawabnya singkat,pak bek memang sangat irit bicara,beliau hanya bisa banyak bicara sama abangku yang nomor 4 dengan yang lain hanya bicara seperlu saja bahkan kalau gak aku tanya beliau gak pernah ngajak aku bicara."ohh..bearti benar..banyak yang ngucapin selamat ultah sama pak bek.."ohh ye...sape..?''aku merasa ada nada ketertarikan dipertanyaannya''kenal jak kan pak rusli m thaisim urang piak aik.."aku mencoba mengingatkan sosok pak rusli"belau itu yang pertame kali ngucapek,trus nok lainne ikut komentar dan ngucapek juak"beeh demane itu..."liwat fesbuk ngucapek e...isak murid pak bek yee..?"aok...mual..mual..aku kenal kan rusli..."banyak bek nok lain e juak..."sape2....'' terdengar antusias...aku pandang wajah tuanya ada sinar kebahagiaan disana...dan...aku tidak sanggup memandangnya,aku tidak tahu apa yang aku rasakan semuanya tiba2 jadi campur aduk rasa sedih,kasihan,rasa bersalah terasa sangat menusuk perasaan..aku ingin menjerit dan pandangan mataku jadi kabur tertutup airmata yang akhirnya tidak bisa kubendung lagi mengalir deras....ucapan dan doa dari mantan2 muridnya yang begitu sederhana mampu membuat binar2 kebahagiaan dimatanya.Aku bacakan satu2 nama2 yang terdapat dilayar ponselku...dengan ucapan2nya yang sebagian sudah aku sensor.."ini dari huzaini biasa dipanggil Jai adiknya pak Sihan...gik kenal ke?kenal...."mansyur mas'ud kenal ke..?tau2...tirza...adhywira..mual ingat...ruslan abdul gani dulu SPG...masri,marli,tavip...dan lain2...hanya sedikit yang dia masih kenal atau ingat,aku orang yang gampang terharu dan menangis,tapi aku gak ingin orang lain tahu aku menangis apalagi tangis kesedihan,kegundahan,juga tangis ketakberdayaan...aku buru2 menghapus airmata dengan ujung kerudungku dan aku alihkan pandanganku ke depan...kuberharap rasa haru dan airmata ini paling tidak bisa menghapus rasa bersalahku yang sering melupakan kehadiran beliau...baik buruknya dia adalah abangku...abang kandungku yang aku hormati dan juga aku sayangi ...tidak ada kesempurnaan didunia ini..Sempurna hanya milik sang Khalik dan juga judul sebuah lagu dari andra & the backbone....tidak ada lagi suara apalagi bicara kami hanya terdiam dengan pikiran masing2 yang ada hanya suara laju mobil kian menderu...semua terlihat seperti berlari menjauh...berkejaran dengan waktu...untuk mencapai arah yang dituju...seperti itulah hidup...berjalan menuju waktu..."bila tiba waktuku kutak ingin seorangpun kan merayu"....haaa...itu baris puisi antara krawang -bekasi karya khairil anwar......kalau karyaku antara Tanjong -Gantong...ada rindu dan cinta yang terpotong hahahaha..GAZEBO(gak zelaz bo..istilah anak muda sekarang)...Tetapi yang jelas aku punya sepotong cinta dan sederetan doa buat abangku...dan buat perenggu,sahabat,adik,kakak,abang yang ada diperteman FB aku pribadi minta maaf..kadang aku lupa perbuatan,lisan juga tulisan yang kuanggap biasa ternyata bisa melukai dan menyakitkan perasaan orang lain,semoga kita termasuk orang2 yang mau memperbaiki diri..juga terima kasih atas segala ucap selamat dan doanya..semoga kita selalu ada dalam ridho dan lindunganNya Amiin.....(07012012)
Langganan:
Komentar (Atom)

